Ada Istilah Baru: Bisyar, Apa Itu?

by
April 15th, 2015 at 11:58 am

CiriCara.com – Perkembangan teknologi berpengaruh pada berbagai aspek kehidupan, sosial media misalnya. Penggunaan sosial media bisa mengarah pada hal-hal positif namun juga jadi celah bagi hal-hal negatif, salah satunya prostitusi. Istilah bisyar sedang marak di media sosial. Istilah ini rupanya singkatan dari “bisa dibayar”, yang merujuk pada Perempuan Seks Komersial yang menawarkan jasa lewat akun Facebook, Twitter, dan lain-lain.

ilustrasi psk

Ilustrasi – Ist

Ciri

Akun perempuan bisyar mudah dikenali dari ciri-cirinya. Biasanya, mereka memasang foto-foto vulgar. Ciri selanjutnya bisa diketahui dari gaya status-statusnya. Bahkan, ada yang memasang informasi tarif dan cara booking di bagian profil. Pemburu bisyar kemudian berkomunikasi secara pribadi untuk memesan pemilik akun.

Identitas

Umumnya, bisyar berusia belasan sampai 20-an tahun. Beberapa di antaranya berstatus sebagai mahasiswa dan pelajar. Ada juga yang telah putus sekolah. Perempuan bisyar banyak tinggal di daerah pinggiran Jakarta. Biasanya, mereka menyewa kos atau memiliki rumah.

Tarif Beragam

Bisyar memasang tarif yang beragam tergantung kedekatan. Ada yang memasang tarif 300 hingga 700 ribuan. Bayaran yang mereka minta juga bisa mencapai jutaan rupiah.

Diskon

Beberapa bisyar akan memberikan potongan sesuai keakraban dengan pelanggan. Potongan ini bisa mencapai setengah harga. Karenanya, ada bisyar yang tidak langsung berhubungan intim tetapi melakukan pendekatan lebih dulu dalam beberapa pertemuan.

Gratis

Bisyar tidak selalu mencari keuntungan ekonomi. Jika sudah akrab dan dekat dengan pelanggannya, bisyar bisa tidak menarik bayaran. Banyak pelanggan yang menjalin komunikasi lebih lanjut dan berhubungan tanpa transaksi. Pelanggan dan bisyar bisa menyesuaikan jadwal jika ingin bertemu.

Kesepian

Potongan harga atau hubungan gratis bisyar didasari motif nonekonomi. Ini karena beberapa diantaranya hanya kesepian dan perlu teman curhat. Atas dasar ini, ada bisyar yang mau hanya dibayar dengan traktir makan.

Tanpa Mucikari

Bisyar di media sosial biasanya tidak berada di bawah mucikari, tetapi independen. Inilah juga yang membuat mereka bisa melakoni pekerjaan tersebut dalam waktu sementara, dua sampai tiga tahun. Beberapa bisyar kemudian menikah secara resmi.

Penipuan

Bisyar kerap dijadikan kedok penipuan. Bisyar macam ini akan meminta DP lebih dulu. Bisyar yang bukan penipuan biasanya bertransaksi secara langsung.

Dampak

Ada dampak yang perlu dikhawatirkan dari perkembangan tersebut. Prostitusi yang beredar di media sosial memang sulit terdeteksi. Kemudahan dalam dunia internet pun membuat jaringan ini semakin luas. Hal itu menyebabkan pengendalian Penyakit Menular Seks seperti HIV/AIDS semakin sulit.

Penulis: Ummu Solid

Comment di sini