Ada Istilah Baru: Oplas, Apa Itu?

by
April 16th, 2015 at 3:50 pm

CiriCara.com – Teknologi memungkinkan seseorang memiliki fisik seperti yang ia inginkan melalui oplas. Istilah tersebut merupakan singkatan dari operasi plastik yang sedang tren dalam dunia kecantikan. Operasi plastik tidak hanya digandrungi para wanita tetapi juga laki-laki. Operasi plastik tidak hanya popular di kalangan dewasa. Tren kecantikan ini malah jadi idaman para remaja.

Operasi Plastik

Ist

Bagaimana Bisa Jadi Tren?

Operasi plastik begitu tenar di Negeri Gingseng, Korea.  Banyak remaja memiliki impian untuk mempercantik wajahnya dengan operasi plastik. Oplas bahkan jadi tren kado ulang tahun bagi orang tua untuk anaknya.

Bagaimana oplas bisa jadi tren? Figur artis Korea disebut-sebut sebagai biang gaya hidup ini. Banyak selebriti di negara tersebut yang mengaku secara terang-terangan telah melakukan oplas pada wajah atau bagian tubuh lainnya. Gaya hidup para bintang itu kemudian jadi standar kecantikan di Korea yang merambah pada negara lainnya seperti Indonesia.

Tren ini semakin merebak dengan kemunculan iklan pada bus umum di Seoul, Korea Selatan. Bagaimana tidak, iklan tersebut berbunyi: “Semua orang sudah melakukan bedah plastik kecuali Anda.” Saat ini, 1 dari 10 orang Korea telah melakukan oplas.

Tren oplas kemudian mengundang wisatawan medis ke Korea. Pada tahun 2011, ada 2.454 pasien oplas dari berbagai negara. Jumlah tersebut meningkat sepuluh kali lipat hingga tahun 2013.

Penunjang Karier

Oplas diklaim sebagai penunjang karier di Negeri K-Pop. Ini karena persaingan dalam penampilan begitu ketat di negara tersebut.

Sulit Merayakan Perbedaan

Perubahan bentuk wajah melalui oplas yang dilakukan artis Korea berkiblat pada kecantikan Eropa. Karenanya, banyak yang melakukan pelebaran kelopak mata. Pipi tirus jadi idaman sehingga banyak yang melakukan pemotongan tulang dagu. Bentuk hidung diubah jadi panjang dan lurus. Bagian dahi kerap diubah jadi lebih kecil.Tren K-Pop di Indonesia turut menjadikan para selebriti Korea sebagai standar kecantikan.

Seorang dokter dari Kangwon National University Hospital, Park Jong-hi, berpendapat bahwa oplas merupakan gejala dari masyarkat yang sulit merayakan perbedaan nilai. Fenomena ini kemudian berdampak pada penyeragaman kecantikan.

Oplas Abal-Abal

Oplas berkualitas tentu menuntut biaya yang tinggi mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah. Namun, banyaknya permintaan terhadap oplas membuka celah penyalahgunaan praktik medis.

Banyak jasa oplas abal-abal yang bukan mengubah wajah menjadi lebih cantik tetapi merusak masa depan fisik pasien. Praktik oplas yang tidak bertanggungjawab bahkan menggunakan bahan –bahan yang bersifat racun untuk tubuh manusia. Pasien yang belum beruntung ini malah berubah jadi buruk rupa.

Penulis: Ummu Solid

Comment di sini