Apa itu Kemoterapi?

by
April 16th, 2015 at 8:33 am

CiriCara.com – Tidak ada seorangpun di dunia ini yang kepengin sakit, tetapi bila penyakit tersebut tiba-tiba menghampiri maka perlu penanganan yang tepat dan akurat, terlebih lagi apabila penyakit yang mampir adalah penyakit berat dan memerlukan penanganan khusus seperti kanker, atau sejenis penyakit lainnya.

Kemoterapi

Kemoterapi – Ist

Kemoterapi atau dalam bahasa Inggrisnya Chemotherapy atau operasi penyinaran secara laser merupakan penggunaan zat kimia yang digunakan untuk perawatan suatu penyakit. Kemoterapi ini dalam dunia modern istilah tersebut secara ekslusif sering digunakan sebagai sarana sitostatik untuk merawat kanker (membunuh sel-sel/tunas-tunas kanker) yang hinggap di bagian tertentu si pasien.

Kemoterapi ini digunakan untuk membasmi akar-akar kanker yang melibatkan penyinaran-penyinaran, tujuannya adalah menghambat serta menghentikan pertumbuhan sel-sel kanker (onkogen) pada bagian tubuh pasien. Adapun prinsip kerjanya kemoterapi ini dengan cara menyerang fase tertentu atau bahkan seluruh fase pada pembelahan mitosis pada sel-sel yang berkembang sangat cepat, dan yang diharapkan adalah semua sel-sel yang berkembang dengan cepat tersebut dapat dibasminya.

Obat kemoterapi ini hampir semuanya tidak ada dampak atau menimbulkan gejala pada sel-sel rambut dan sel-sel yang sedang aktif membelah diri bisa terkena dampaknya dari obat kemoterapi ini, dan apabila siklus mitosisnya berada dalam target obat-obatan kemoterapi yang sedang digunakan. Penggunaan obat kemoterapi selain kanker atau dengan istilah kemoterapi antibakteri untuk membasmi bakter sipilis, sulfonamide juga penyakit autoimun dan penekanan  pada transplant rejection.

Efek samping.

Apapun pengobatannya tentunya mempunyai efek samping, dan hampir 85% pasien yang dikemoterapikan akan mengalami muntah dan mual, kemudian si pasien akan mengalami penurunan jumlah sel darah merahnya, sel darah putih sekaligus penurunan trombositnya, kerontokan rambut seperti alis, bulu mata yang terkena efek kemoterapi dimulai 2-3 minggu setelah pengobatan, tetapi jangan khawatir rambut akan tumbuh kembali setelah 4-8 minggu. Disisi lain kemoterapi juga menimbulkan gejala baru seperti mukositis atau timbulnya luka pada dinding saluran pencernaan/rongga mulut, dan gangguan saraf tepi seperti kesemutan pada bagian jari tangan dan kaki.

Demikian tentang kemoterapi dan cara penanganan terhadap pasien, selamat membaca.

Penulis: MasArif

Comment di sini