Kronologi Deudeuh “Tata Chubby” Dibunuh Karena Sebut Bau

by
April 16th, 2015 at 9:17 am

Jakarta (CiriCara.com) – Miteri pembunuhan Deudeuh Alfisahrin alias Tata alias Mpie akhirnya terungkap. Wanita yang diketahui biasa menawarkan jasa kencan via Twitter ini dibunuh oleh pria hidung belang yang merupakan pelanggannya sendiri.

Deudeuh Tata Chubby

Deudeuh – Twitter

Pihak kepolisian telah berhasil menangkap pelaku pembunuhan Deudeuh yang merupakan seorang guru bimbingan belajar bernama M Prio Santoso (MPS). “Tersangka ditangkap di Desa Mutiara Baru, Kecamatan Bojong Gede, Kabupaten Bogor,” kata AKBP Herry.

Lalu bagaimana kronologi pembunuhan itu terjadi?

Deudeuh memiliki akun Twitter @tataa_chubby yang diketahui adalah wanita bookingan. Dari media sosial inilah Prio pertama kali berkomunikasi dengan Deudeuh. Prio diketahui memakai akun Twitter @santos06yoyo.

Setelah berkomunikasi melalui Twitter, keduanya sepakat untuk bertemu. Pertemuan pertama Prio dan Deudeuh terjadi pada bulan Maret lalu (tapi ada yang mengabarkan pada 3 April). Keduanya bertemu di indekos Deudeuh yang diketahui berada di daerah Tebet.

Dan pada Sabtu, 11 April 2015 (ada yang mengabarkan 10 April), Prio kembali menghubungi Deudeuh untuk kembali merencanakan pertemuan. Namun pada “kencan” kedua ini Deudeuh malah dibunuh karena Prio merasa tersinggung dengan perkataan Deudeuh.

“Tersangka (Prio/MPS) datang ke tempat korban (Deudeuh) untuk kencan semalam. Saat bersetubuh, korban nyeletuk bahwa tersangka MPS bau badan. Tidak terima maka MPS mencekik korban,” jelas Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Herry Heryawan, seperti dikutip dari Republika.co.id.

Pada saat itu, Deudeuh sempat melawan dengan menggigit tiga jari Prio. Namun Prio tetap mencekiknya dan melilitkan kabel hair dryer yang ada di kamar kos tersebut. Setelah mencekik Deudeuh hingga tewas, Prio kemudian membawa kabur sejumlah barang.

Dari tengan Prio, polisi berhasil mengamankan satu unit iPad, satu unik MacBook, empat unit ponsel, dan uang tunai sebesar Rp 2.800.000. Barang-barang tersebut diduga milik Deudeuh yang dibawa kabur Prio usai membunuh Deudeuh.

Polisi sendiri berhasil menangkap Prio setelah melakukan penyelidikan melalui buku “tamu” Deudeuh. Dimana Prio merupakan “tamu” terakhir yang mengunjungi Deudeuh sebelum ditemukan tewas. Deudeuh memang diketahui selalu mencatat semua identitas pelanggannya sebagai arsip pribadi.

Meskipun demikian, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Diduga ada motif lain selain rasa sakit hati karena disebut bau badan tersebut.

(YG)

Comment di sini