Apa itu Suku Sawai?

by
April 17th, 2015 at 3:44 pm

CiriCara.com – Suku Sawai merupakan suatu suku yang masih bertahan dan berkembang di Kabupaten Halmahera Tengah Provinsi Maluku Utara, masing-masing dari mereka bermukim di desa Lelilef Woi Bulang, Gemaf, Lelilef Sawai, Kobe, Sidanga, Weda, Sagae, Fritu, Wale, Dota dan Messa, adapun suku tersebut kini mencapai 10.000 orang. Ada istiadat nenek moyang sampai sekarang ini masih dipertahankan dengan adanya rumah suku Sawai masih terbuat dari papan kayu serta beratapkan anyaman daun sagu.

Suku Sawai

Suku Sawai – Ist

Adapun bahasa yang digunakan oleh sebagian suku Sawai menggunakan bahasa Melayu Maluku Utara dimana bahasa tersebut menjadi bahasa pengantar di seluruh wilayah provinsi Maluku Utara, dahulunya bahasa suku Sawai memiliki bahasa tersendiri yaitu bahasa Sawai, akan tetapi bahasa tersebut digunakan oleh orang-orang tua mereka saja yang sudah lanjut dan masih menguasai bahasa Sawai asli.

Pemukiman dari pada Suku Sawai masih sangat sederhana dan terpencil, tidak ada lampu penerangan dan sepertinya kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah setingkat Kecamatan. Bahkan ada sebaian tanah adat suku Sawai tersebut terancam tergusur oleh perusahaan pertambangan nikel, yang sudah mematok ribuan hektar di desa tersebut di atas. Tanah-tanah di daerah tersebut sudah terbabat habis dari pohon-pohon seperti kelapa, cengkeh, pala hingga ubi kayu, pisang dan ubi jalar setiap harinya sudah dimakan oleh Buldozer serta truk-truk yang mengangkuti tanah-tanah mengandung nikel tersebut.

Suku Sawai khawatir dengan limbah-limbah yang berasal dari perusahaan besar tersebut yang menimpa obyek wisata Telaga Lagaelol di desa Sagea, dimana Telaga tersebut menyimpan ikan bandeng, kepiting dan berbagai jenis ikan lainnya dan sebagai sumber penghidupan masyarakat setempat. Suku Sawai termasuk suku terlangka di dunia, karena populasinya sedikit dan mereka memiliki kearifan lokal yang tinggi atau fagogoru yang berarti, mereka mewujudkan kasih sayang, serta silaturohim serta budaya malu dan mempunyai moral yang tinggi. Dengan ini mereka akan menolak sekuat tenaga dan berusaha tidak melakukan anarkis dalam memprotes kehadiran penambang nikel kecuali jika tidak ada jalan lain.

Kepercayaan atau agama yang dianut oleh Suku Sawai sebagian besar beragama Kristen dan sebagian lagi beragama Islam, walaupun dahulunya sama-sama memeluk kepercayaan yang sama yaitu agama tradisional seperti dinamisme dan animisme, tetapi sejak datangnya misionaris dari Belanda dan memperkenalkan agama Kristen ke dalam kehidupan masyarakat Suku Sawai, akhirnya mereka menerima agama Kristen di kalangan mereka, sedangkan penyebaran agama Islam di wilayah kesukuan Sawai dilakukan oleh Kesultanan Ternate.

Ciri khas masyarakat Suku Sawai yang patut diperhatikan adalah keramahan mereka terhadap siapapun dan mereka menerima dengan terbuka bagi orang yang mau singgah dan berhenti di perkampungan mereka. Mata pencaharian suku Sawai kebanyakan adalah sebagai petani dan sebagian lagi sebagai nelayan terutama di perairan desa Lelilef Woi Bulan dan Kobe.

Demikian tentang Suku Sawai di Provinsi Maluku Utara yang hampir punah populasinya.  Selamat membaca.

 Penulis: MasArif

Comment di sini