5 Teror Sebelum Pelaksanaan Konferensi Asia Afrika

by
April 20th, 2015 at 2:13 pm

CiriCara.com – Indonesia menjadi tuan rumah penyelenggaraan Konferensi Asia Afrika (KAA) ke-60. Acara ini mulai digelar pada 19 April 2015 lalu. Sebanyak 89 tamu undangan dari berbagai negara akan hadir pada perhelatan bersejarah ini. Untuk itu, Indonesia menyiapkan pengamanan dari berbagai sendi termasuk menangani serangan teror yang terjadi sebulan belakangan.

Konferensi Asia Afrika

Ist

- Paket Misterius

Kantor Kompas TV Makassar kedatangan paket misterius pada Senin, 30 Maret 2015 lalu. Paket dibungkus plastik dan diletakkan sekitar 200 meter dari kantor tersebut. Rupanya, paket ini berisi rangkaian fake bomb alias bom palsu disertai surat  berisi ancaman. Peneror menyertakan nama terang dalam surat tulisan tangan itu. Namun, keberadaan pengirim ini masih sulit dilacak. Kepolisian setempat masih memeriksa sejumlah saksi.

- Ledakan di Tanah Abang

Sebanyak empat korban luka berat akibat ledakan di Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Rabu, 8 April 2015 lalu. Salah satu korban, Suro, kemudian meninggal pada Jumat, 17 April 2015. Kepolisian setempat masih menelusuri pelaku dan motif ledakan ini.

- 2 Teroris Tertangkap

Densus 88 berhasil menangkap dua terduga teroris, HER dan BUS di Bima, Nusa Tenggara Barat, pada 10 April 2015 lalu. Keduanya terlibat berbagai kasus teror di Bima dan Poso, Sulawesi Tengah.

- Pendukung ISIS Ditangkap

Terduga pendukung ISIS, Robi Risaputra, ditangkap oleh Densus 88 di Hotel Santika, Petamburan, Jakarta Barat. Penangkapan tersebut dilakukan pada 11 April 2015 lalu. Sebelumnya, Densus 88 menangkap lima simpatisan ISIS di Tambun, Cibubur, Petukangan, dan Tengerang Selatan.

Dua orang lainnya dibekuk di Malang, Jawa Timur.  Salah satu pelaku baru saja pulang dari Suriah untuk mendukung ISIS. Satu orang lainnya membantu keberangkatan simpatisan ISIS.

- Bom Batik Air

Seorang staf maskapai Bati Air mendapat ancaman bom melalui SMS pada Jumat, 17 April 2015. Akibat teror tersebut, pesawat Batik Air dengan nomor penerbangan ID 6171 tujuan Ambon – Jakarta mendarat di Makassar. Pada pukul 07.20 WIB, pesawat terpaksa landing di Bandara Hasanuddin. Terdapat 122 orang penumpang yang berada di pesawat ini.

Sebanyak 220 personel Gegana Polda Sulawesi Selatan dan Barat beserta TNI menyisir pesawat tersebut. Peneror menyebut bom berada di salah satu koper penumpang namun setelah ditelusuri, hanya ada koper yang berisi baterai. Kondisi kemudian dinyatakan aman. Kepolisian Resor Maros, Sulawesi Selatan bekerja sama dengan Otoritas serta Dan Lanud Bandara Sultan Hasanudin terus melacak pengirim SMS tersebut.

*Dikutip dari berbagai sumber

Penulis: Ummu Solid

Comment di sini