8 Hal Unik dalam Persiapan Konferensi Asia-Afrika Ke-60

by
April 20th, 2015 at 3:57 pm

CiriCara.com – Indonesia jadi tuan rumah Konferensi Asia-Afrika (KAA) ke-60 pada tanggal 19 – 23 April 2015 di Jakarta. Pagelaran puncak akan dihelat pada tanggal 24 April 2015 di Bandung.  Berbagai persiapan dilakukan untuk menyambut 109 tamu undangan dari berbagai negara. Banyak hal unik yang dilakukan untuk acara bersejarah tersebut, apa saja?

Konferensi Asia Afrika 2015

Logo Konferensi Asia Afrika 2015 – Ist

- Prosesi Ruwat

Prosesi ruwat digelar oleh lima seniman di Gedung Merdeka Bandung, Kamis, 2 April 2015 lalu. Hal ini dilakukan agar KAA dapat berjalan sukses dan para penguasa bisa bertindak jujur, baik, dan transparan.

Para seniman duduk melingkari patung-patung dan ditaburi mawar merah. Salah satunya membakar kemenyan tanda ruwat dimulai. Prosesi dilaksanakan dengan memanjatkan doa dan semedi ruwat. Ritual ini berlangsung selama 30 menit.

- Minum Kobokan

Pada pelaksanaan KAA tahun 1955, Presiden Soekarno menyarankan Rumah Makan (RM) Madrawi untuk para delegasi. Seperti biasa, pelayan menyediakan kobokan sebelum pesanan datang. Tak dikira, Perdana Menteri India, Jawaharlal Nehru meminum air cuci tangan tersebut. Padlie Badjuri, pemilik RM  langsung mencegah namun  sayang, Nehru sudah meminumnya sedikit. Kejadian itu kemudian ditanggapi Nehru dengan tertawa.

- Warna Kursi Jokowi

Minggu, 19 April 2015, Wakil Presiden Jusuf Kalla meninjau berbagai persiapan KAA. Sampai di Jakarta Convention Center, ia melihat warna kursi yang berbeda untuk Presiden Jokowi, yaitu putih sementara kursi lainnya berwarna hitam.

Kalla pun menanyakan hal tersebut dan mengingatkan prinsip persamaan Asia-Afrika (warna kulit). Penanggung Jawab KAA, Luhut Binsar Pandjaitan menjawab bahwa kursi tersebut hanya sebagai contoh. Kursi sebenarnya baru akan dipasang pada hari Senin. Selain warna, Kalla juga meminta tinggi kursi dan meja peserta KAA disamakan.

- Tanggung Biaya Negara Lain

Indonesia akan menanggung biaya perjalanan KAA untuk beberapa negara berkembang, sebesar Rp 200 miliar. Anggaran tersebut diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara yang dikelola oleh Kementrian Luar Negeri.

- Souvenir Batu Akik

Tren batu akik akan mewarnai KAA ke-60. Batu mulia itu diberikan kepada para kepala dan ibu negara dalam bentuk liontin serta cincin. Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil memilih batu akik berwarna biru dari berbagai jenis.  Warna ini merupakan simbol Kota Bandung. Souvenir tersebut juga disertifikasi untuk menjamin keasliannya.

- Rekor Angklung Terbaru

“Angklung for The World” akan digelar pada puncak KAA, 24 April 2015. Sekitar 20.000 orang akan memainkan alat musik yang telah diakui UNESCO sebagai Karya Agung Warisan Budaya Lisan dan Nonbendawi Manusia tersebut. Pemain berasal dari berbagai latar belakang mulai dari pelajar SD – mahasiswa, pegawai negeri, swasta, TNI, polisi, buruh, hingga seniman dan budayawan. Rekor ini akan dicatat Guinness Book of The Record.  

- Konser Slank

Grup band Slank turut mendukung KAA di Jakarta dengan menggelar konser bertajuk “Say No to Drugs”. Tema tersebut menjadi salah satu topik pembahasan dalam KAA ke-60.

- Larangan Drone

Pihak penyelenggara KAA melarang adanya drone atau kamera terbang di kawasan ring satu Gedung Merdeka Bandung, 24 April 2015 nanti. Larangan ini diberlakukan untuk pertimbangan keamanan, ketertiban, dan suasana seremoni. Spot liputan telah disiapkan oleh pihak penyelenggara berikut Media Center.

Penulis: Ummu Solid

Comment di sini