Bayi Kuning 2 Minggu Lebih? Bisa Jadi Penyakit Atresia Bilier

by
April 20th, 2015 at 11:16 am

CiriCara.com – Beberapa hari setelah dilahirkan, wajar jika bayi kerap berwarna kuning. Namun, jika bayi kuning hingga lebih dari dua minggu, orang tua patut waspada. Sayangnya, banyak yang beranggapan bayi kuning tersebut akibat kurang dijemur. Beberapa orang juga beranggapan bayi kuning disebabkan kurang asupan ASI. Kalau bayi kuning lebih dari waktu normal, orang tua harus berkonsultasi pada dokter.

Bayi Nangis

Ist

- Atresia Bilier

Atresia Bilier terjadi gangguan pada saluran empedu. Hal ini menyebabkan empedu tidak bisa sampai ke usus 12 jari. Empedu kemudian mengendap di hati dan menimbulkan kerusakan pada organ tersebut. Jika terus dibiarkan, dalam waktu dua bulan, atresia bilier bisa berubah jadi sirosis hati.

Sekitar 10 – 20% pendertia atresia bilier mempunyai kelainan bawaan, yaitu memiliki banyak limpa atau tidak sama sekali. Kelainan ini juga bisa berupa ketiadaan pembuluh darah vena cara inferios dan vena portal preduodenal.

Gangguan empedu menyebabkan gatal-gatal, keracunan hati, dan meningkatnya kolesterol. Ini berdampak pada terganggunya mekanisme lemak. Bilirubin (zat berwarna kuning yang dikeluarkan hati saat sel darah merah dipecah) kemudian meningkat sehingga tubuh bayi menjadi kuning.

- Menyebabkan Kematian

Atresia bilier yang tidak ditangani dalam waktu dua bulan akan berubah menjadi sirosis hati. Penyakit ini bisa merenggut nyawa bayi hingga usia 1 – 2 tahun. Karenanya, orang tua harus segera berkonsultasi pada para medis.

- Penyebab Belum Diketahui

Para ahli di seluruh dunia belum menemukan penyebab atresia bilier. Penyakit ini bisa menyerang bayi yang baru lahir. Namun, ada beberapa bayi yang pada awalnya normal, lama-lama mengalami gangguan empedu.

- Menyerang Banyak Bayi

Diperkirakan, terdapat 23 bayi penderita atresia bilier setiap tahunnya di Jakarta. Di Indonesia, kasus ini terjadi pada 1 : 10.000 – 15.000 bayi setiap tahun. Fenomena lainnya terjadi di Jepang dan Cina dimana, kasus atresia bilier terdapat pada 1 : 9.600 bayi. Di Eropa dan Amerika, penyakit ini diderita 1 :16.000 bayi. Penderita atresia bilier sendiri lebih banyak perempuan dengan perbandingan 1 : 1,5 dari bayi laki-laki.

- Operasi Kasai dan Cangkok Hati

Penderita atresia bilier perlu menjalani operasi kolangiografi intraoperatif (kasai). Operasi ini dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya saluran empedu bayi. Operasi kasai dapat dilakukan pada bayi yang belum tiga bulan menderita atresia bilier. Lebih dari tiga bulan, hasil operasi kasai biasanya kurang baik karena kerusakan pada hati sudah parah.

Jika kerusakan hati sudah berat, perlu dilakukan cangkok hati. Beberapa rumah sakit di Indonesia sudah bisa melakukan operasi tersebut. Namun, operasi ini cukup beresiko dengan biaya mencapai Rp 800 juta hingga 1,5 miliar.

Penulis: Ummu Solid

Comment di sini