Siti Zaenab Adalah Duka Bangsa

by
April 20th, 2015 at 9:43 am

CiriCara.com – Publik kembali disentakan dengan kabar tragis dieksekusinya Siti Zaenab, seorang Tenaga Kerja Indonesia di Arab Saudi. Eksekusi itu juga diprotes oleh pihak pemerintah Indonesia, dalam hal ini Kementerian Luar Negeri, karena tanpa adanya pemberitahuan.

Siti Zaenab

TKI Dihukum Mati – Ist

Nota protes pun sudah dilayangkan ke pemerintah Arab Saudi, sebagai pihak eksekutor. Menurut Guru Besar Hukum Internasional dari Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana, protes yang dilayangkan Kementerian Luar Negeri, sudah tepat. Pemerintah asal si terpidana yang hendak dihukum mati memang berhak mengetahui proses hukuman mati warganya. Hal inilah yang tak dilakukan oleh pemerintahan Arab Saudi. Kata Hikmahanto, sikap Arab Saudi itu menyalahi tata krama dalam hubungan internasional. Bagaimana pun negara asal terpidana harus diberitahu progres hukum yang terjadi.

Terlepas dari itu, dieksekusinya Siti Zaenab hanya menambah daftar panjang para TKI yang dieksekusi di tanah Arab. Padahal para TKI itu adalah para pahlawan devisa. Keringat mereka, mencari nafkah di negeri seberang ikut menyumbang pundi pendapatan negara. Karena itu, bangsa ini perlu menundukan kepala, ikut berbela sungkawa kepada Siti. Siti adalah pahlawan, bukan hanya untuk keluarganya. Tapi juga Siti adalah, pahlawan bagi negara. Dia ikut menyumbang negara. Artinya Siti ikut menyumbang rakyat Indonesia.

Namun nasib para pahlawan devisa tak seharum namanya. Mereka pergi ke tanah seberang demi menghidupi keluargnya dengan mempertaruhkan nyawa. Banyak cerita tragis, dimana para TKI disiksa dan dianiaya. Bahkan banyak para TKI perempuan yang diperkosa. Tak hanya itu, lebih tragisnya lagi banyak yang pulang tinggal nama. Mereka, para TKI yang terjerat kasus, misalnya melakukan pembunuhan di Arab Saudi, kebanyakan memang bukan karena sengaja. Mereka membunuh, karena tak sengaja. Banyak dari mereka yang membunuh, karena membela diri. Mereka terpaksa melakukan itu, misalnya terancam karena hendak diperkosa, apakah oleh majikan atau kerabat majikan.

Belum lagi, ketika pulang ke Tanah Air. Sudah bukan rahasia lagi, bila praktek pungutan liar, pemerasan serta tindakan intimidatif dari para oknum aparatur, terhadap para TKI yang pulang kampung banyak terjadi. Di negara tempat mereka bekerja, ancaman mengintai nyawa mereka. Di negeri sendiri, mereka tetap saja diperas. Karena itu, duka Siti adalah duka kita. Duka Siti adalah duka bangsa. Duka rakyat Indonesia.

Penulis: Agus Supriyatna

Comment di sini