Cara Menghindari Tindakan Kekerasan di Sekolah

by
April 21st, 2015 at 12:00 pm

CiriCara.com – Berdasarkan data UNICEF, 1 dari 10 anak perempuan di dunia mengalami pelecehan seksual. Dan 6 dari 10 anak yang mengalami kekerasan fisik, tindakan kekerasan dialami ketika berusia 2-14 tahun. Sedangkan di Jakarta, di Jakarta Timur lah wilayah yang paling banyak ditemukan kasus kekerasan terhadap anak-anak. Dari data Unit Perlindungan Anak dan Perempuan Kepolisian Resor Jakarta Timur mencatat 346 kasus kekerasan terjadi sepanjang 2014.

ilustrasi kekerasan anak

Ilustrasi kekerasan terhadap anak – Ist

Kasus kekerasan terhadap anak masihlah sering terjadi di Indonesia, terutama di kota-kota besar seperti Jakarta. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak, ibu Yohana Yambise menyatakan bahwa masih terjadinya kasus kekerasan terhadap anak merupakan pekerjaan rumah besar dari pemerintah Indonesia sekarang.

Sekolah, tempat yang dianggap aman selain rumah rupanya juga tidak luput dari tindakan kekerasan. Berdasarkan hasil penelitian UNICEF pada tahun 2006 di beberapa daerah di Indonesia menunjukkan bahwa sekitar 80% kekerasan yang terjadi pada siswa dilakukan oleh guru. Hal ini dikarenakan masih banyaknya guru yang menganggap bahwa tindakan kekerasan merupakan bentuk pengajaran atau pendidikan yang perlu dilakukan di sekolah sampai sekarang.

Kekerasan pada siswa adalah suatu tindakan keras yang dilakukan terhadap siswa di sekolah dengan dalih mendisiplinkan siswa (Charters dalam Anshori, 2007). Kekerasan yang terjadi berupa kekerasan (memukul, menganiaya, dll) dan psikis (kekerasan secara emosional dilakukan dengan cara menghina, melecehkan, mencela atau melontarkan perkataan yang menyakiti perasaan, melukai harga diri, menurunkan rasa percaya diri, membuat orang merasa hina, kecil, lemah, jelek, tidak berguna dan tidak berdaya).

Dengan adanya tindakan kekerasan yang sering terjadi. Maka cara pencegahan untuk semakin meningkatnya tindakan kekerasan pun diperlukan. Adapun cara menghindari tindakan kekerasan di sekolah yaitu

  1. Menerangkan kepada anak-anak mengenai kekerasan. Meskipun kekerasan merupakan hal yang tidak menyenangkan untuk dijelaskan kepada anak-anak, namun anak-anak perlu tahu mengenai tindakan kekerasan, baik fisik maupun psikis.
  2. Menjelaskan kepada anak-anak apa yang tidak boleh dilakukan dan apa yang boleh dilakukan oleh teman atau guru atau orang-orang di lingkungan sekolah
  3. Mengetahui dengan jelas latar belakang orang-orang di lingkungan sekolah dan mewaspadai orang-orang yang berada disekitar anak-anak di sekolah.
  4. Tidak meninggalkan anak bersama orang yang tidak dikenal atau tidak dipercaya atau tidak diketahui latar belakangnya dengan jelas
  5. Mengadakan pertemuan berkala dengan gurunya untuk mengetahui perkembangan anak sehingga apabila ada kebiasaan yang aneh dapat diketahui segera

Selain lima cara menghindari tindakan kekerasan di sekolah tersebut, orangtua atau keluarga juga perlu mengetahui tanda-tanda kekerasan terhadap anak dan mengenali rasa takut pada anak.

(Diyah)

Comment di sini