Daniel Mananta: Path Itu “Berbahaya”

by
April 22nd, 2015 at 3:04 pm

CiriCara.com – Banyak cara dilakukan oleh manusia untuk bisa tetap beradaptasi pada lingkungan hingga mengikuti perkembangan jaman. Jika dipandang melalui perspektif teknologi, kini orang-orang seolah berlomba ingin memiliki gadget yang disuntikan teknologi mutakhir. Sebab hanya mengikuti perkembangan informasinya saja tak cukup memuaskan hasrat. Gadget yang ringan dalam genggaman memudahkan seseorang untuk mengakses dunia luar melalui koneksi internet. Seiring evolusi peradaban makin hari internet tidak lagi dipandang sebagai kebutuhan sampingan, melainkan mungkin dapat digolongkan pada kebutuhan primer laiknya asupan makanan yang harus selalu masuk ke dalam pencernaan.

Daniel Mananta

Daniel Mananta – Ist

Saat akses internet sudah teramat mudah dicapai, maka demi pantas disebut golongan kekinian. Banyak orang mengeksiskan diri mereka pada berbagai platform kancah pertemanan dunia maya alias media sosial. Pasti sudah banyak yang tahu saat ini ada begitu banyak jenis media sosial. Beberapa yang terkenal seperti, Instagram, Twitter, Facebook, Google+, dan Path. Membaurkan diri  di kancah pertemanan dunia maya dengan memiliki beberapa account media sosial memang bisa mengailkan manfaat. Ya setidaknya kalaupun tiada manfaat seseorang bisa mendapat hiburan misalnya dari meme yang biasanya unik menggelitik. Namun, sadarkah kamu nyatanya penggunaan media sosial bisa kita istilahkan serupa mata pisau. Jika kita menggunakan dengan bijak dan hati-hati, maka tak aka nada yang terluka. Tapi kalau sembrono dalam mengaksesnya, ‘bencanalah’ yang akan kita tuai.

Bagi sebagian orang menggunakan media sosial merupakan kebiasaan yang sudah menjadi tren. Apalagi bagi para artis. Mereka bisa mempromosikan kegiatan secara langsung dengan para follower di account media sosial. Tapi lain hal nya dengan artis Daniel Mananta. Seperti yang dilansir oleh KOMPAS.com, Daniel mengatakan bahwa aplikasi Path termasuk ‘berbahaya’. Ia mengatakan bahwa keasyikan bermain Path kerap membuatnya lupa waktu dan akhirnya waktu menguap tanpa aktivitas yang produktif.

“Kalau sekarang Path gue delete. Gue jadi terlalu addicted. Menurut gue Path enggak penting,” ujar pembawa acara Daniel Mananta yang mengawali kariernya sebagai VJ MTV di Senayan City, Jakarta Pusat, Selsa (21 April 2015).

Ia juga berujar, “Pokoknya bahaya banget. Gue suka kepoin, pas gue lihat jam ternyata enggak sadar udah sejam aja. Enggak produktif.” Meski demikian ia tidak serta merta keluar dari peradaban media sosial. Beberapa aplikasi yang hingga kini masih aktif ia gunakan antara lain, Facebook, Instagram, dan Twitter. Karena terkait dengan benefit yang didapatnya melalui promosi kegiatan keartisannya.

Nah, sekarang tinggal bagaimana cara kamu memandang. Karena terkadang perasaan perlu membuka aplikasi media sosial ternyata timbul dari kebiasaan yang terulang terus-menerus padahal aktivitas itu cendrung kurang memberi manfaat yang bermutu bagi kehidupan.

Penulis: *SIAHAAN RONA*

Comment di sini