Tahun 2014, Belanja Pornografi Indonesia Terbesar di Dunia

by
April 27th, 2015 at 9:13 am

CiriCara.com – Belanja pornografi di Indonesia, mencapai 50 triliun. Terbesar di dunia. Demikian sepenggal informasi yang saya baca di Tabloid Nurani, edisi 731, Minggu III Februari 2015. Informasi yang bikin merinding. Dalam sebuah artikelnya berjudul, “Astagfirullah, Indonesia Darurat Pornografi,” di sebutkan, bahwa pada tahun 2014, belanja pornografi di Indonesia mencapai 50 triliun. Angka yang bikin kita geleng kepala sekaligus merinding.

porno

Ilustrasi – Ist

Angka tersebut memang masuk akal. Sebab, pengguna internet di Indonesia, jumlahnya terus meningkat setiap tahun. Dalam artikel itu juga dikutip pernyataan dari Arist Merdeka Sirait dari Komisi Nasional Perlindungan Anak Indonesia. Adalah Arist yang menganggap Indonesia darurat pornografi. Menurut Arist, hal itu berdasarkan informasi yang ia himpun, bahwa dari 89 juta pengguna internet di Indonesia, sebanyak 45 juta diantaranya mengakses situs pornografi.

Arist yang menjadi salah satu narasumber di artikel yang dimuat Tabloid Nurani juga mengungkapkan fakta lainnya yang tak kalah membuat kita merinding. Kata Arist, kejahatan seksual yang melibatkan anak-anak di Indonesia, kondisinya kian mengkhawatirkan. Ia pun kemudian mengungkap data pada tahun 2013, di mana 16 persen kejahatan seksual yang dilakukan anak-anak dipengaruhi oleh tayangan pornografi. Dan persentase pengaruh tayangan pornografi yang berujung pada kejahatan seksual, pada tahun 2014 meningkat menjadi 26 persen.

Di Tabloid Nurani edisi 731 itu juga memuat data yang pernah dikeluarkan Komisi Perlindungan Anak Indonesia atau KPAI, lembaga tempat Arist Sirait bernaung. Menurut data KPAI, sejak dari tahun 2011 sampai dengan 2014, jumlah korban anak dalam kasus pornografi dan kejahatan online, terus mengalami peningkatan. Jumlahnya mencapai 1.022 anak.

Di artikel yang di muat Tabloid Nurani juga memuat rincian data yang dilansir KPAI. Menurut KPAI, persentase anak yang jadi korban pornografi offline mencapai 28 persen. Sementara anak yang terjerat praktek prostitusi online, jumlahnya mencapai 20 persen.

Lalu yang jadi objek CD porno sebanyak 15 persen. Kemudian yang jadi korban kekerasan seksual secara online sebanyak 11 persen. Dan, 24 persen, menurut KPAI, anak mempunyai materi atau konten pornografi.

Namun memang semua itu tak lepas dari kian mudahnya anak mengakses internet. Hadirnya beragam telepon genggam, bahkan dengan harga yang sangat terjangkau dengan fitur-fitur yang memudahkan para penggunanya mengakses dunia maya, membuat jalur ke konten pornografi seakan tak bisa dibendung.

Pemerintah sendiri lewat Kementerian Komunikasi dan Informatika yang punya tanggungjawab melindungi generasi penerus bangsa dari bahaya pornografi, bukannya tinggal diam. Kementerian komunikasi sudah melakukan berbagai cara, salah satunya melalui kebijakan pemblokiran situs pornografi. Tapi itu saja belum cukup. Peran orang tua untuk mengawasi anak-anaknya pun sangat diperlukan. Bahkan itu jadi benteng pertama, agar anak belia di negeri ini tak diracuni pornografi.

Penulis: Agus Supriyatna

Artikel Lainnya: Indonesia Pengakses Situs Porno Pornhub Nomor 2 di Dunia

Comment di sini