9 Tradisi Unik Pernikahan Indonesia

by
April 29th, 2015 at 9:35 am

CiriCara.com – Indonesia dikenal memiliki beragam tradisi pernikahan yang unik. Berikut ini beberapa diantara tradisi tersebut.

Sawer

Sawer adat Sunda – Ist

1. Sawer

Tradisi dari daerah Jawa Barat atau etnik Sunda ini berisi barang-barang seperti koin, permen dan bunga disebarkan pada pengantin. Penyebaran ini dilakukan bersamaan dengan kidung berbahasa Sunda yang berisi nasehat atau doa yang diberikan para tetua atau sesepuh.

2. Merarik

Salah satu tradisi yang unik dilakukan sebelum pernikahan yaitu Merarik. Tradisi ini dilakukan oleh suku Sasak di Kepulauan Lombok, Nusa Tenggara Barat. Merarik yaitu tradisi menculik si calon pengantin perempuan dari keluarganya, yang dilakukan sang calon pengantin lelaki. Biasanya penculikan dilakukan selama 3 hari dan kemudian para kepala dusun bermusyawarah untuk melakukan pernikahan.

3. Midodareni

Jawa, dipercaya sebagai daerah yang memiliki kebudayaan tertua di nusantara. Selain sebagai kebudayaan tertua, Jawa juga memiliki banyak tradisi unik. Salah satunya ada tradisi unik sebelum pernikahan yaitu Midodareni. Tradisi ini bermuncul ketika masyarakat Jawa masih percaya dengan keberadaan Dewa dan bidadari yang melindungi dan mengabulkan apa yang mereka minta. Dalam midodareni ini pengantin perempuan harus berada di kamar pengantinnya, yang sudah diisi dengan sepasang kembar mayang, sepasang kelemuk atau priuk yang diisi rempah-rempah, sepasang kendi yang diisi air suci, potongan daun pandan, parutan kencur, laos, jeruk purut dan minyak wangi dan tidak boleh tidur. Kesemua benda tersebut diletakkan di bawah tempat tidur pengantin perempuan. Dipercaya bahwa pada malam tersebut sang bidadari akan turun untuk mempercantik calon pengantin perempuan.

4. Mutus Kato dan Berasan

Mutus Karo dan berasan merupakan tradisi masyarakat Palembang sebelum pernikahan. Di dalam tradisi ini, calon pengantin laki-laki dan keluarga bertemu untuk keempat kalinya dengan keluarga calon pengantin perempuan sambil membawa tenong dan beberapa utusan yang menyampaikan puisi, sajak atau pantun. Pada tradisi ini juga dilakukan pengikatan setumpuk tembakau berbentuk sasak gelungan atau konde, yang akan dibagikan pada para keluarga yang hadir. Acara diakhiri dengan mengunyah sirih dan tembakau.

5. Peusijeuk

Tradisi dari daerah Nanggroe Aceh Darusallam ini, merupakan pemberian restu kepada mempelai laki-laki dengan cara memercikkan tiga jenis air yang keluar dari daun seunikeuk, sambo, akar naleung, maneekmano, pulut dan ongaca. Tradisi ini dipimpin oleh tokoh agama yang sekaligus akan mendoakan si pengantin laki-laki

6. Palang Pintu

Pada budaya Betawi, ada tradisi unik menjelang upacara pernikahan yaitu tradisi Palang Pintu. Pada tradisi ini rombongan dari pengantin laki-laki sebelum bertemu dengan pengantin perempuan harus menunjukkan ilmu bela diri dan berbalas pantun dengan utusan dari keluarga pengantin perempuan. Pada tradisi ini, sang pengantin laki-laki juga menunjukkan kebolehannya membaca Al-Qur’an

7. Malam Bainai

Kalau di Jawa ada midodareni, maka di Sumatera Barat ada tradisi bernama Malam Bainai sebelum pernikahan. Tradisi ini dilakukan dengan memberikan cairan bainai pada kuku dan tangan si pengantin perempuan pada malam sebelum hari pernikahannya

8. Anrio Tallu

Lain lagi di Sulawesi Selatan. Ada tradisi unik ketika pernikahan akan digelar. Prosesi pernikahan diawali dengan tabuhan gendang yang disebut panruppai to battu dengan alat musik tradisional dari bambu bernama pui pui sebagai sambutan atas kedatangan tamu undangan dan sanak keluarga yang datang.

9. Ciou Tau

Pada pernikahan etnik Tionghoa, ada yang unik yaitu ciou tau. Ada sejumlah prosesi yang digelar dalam ciou tau ini, tapi yang unik yaitu kedua pengantin duduk di kursi diatas tampah beras dan rambutnya di sanggul. Kemudian para sanak keluarga memberikan amplop berwarna merah, yang diletakkan di sebuah gantang (semacam belanga kayu) berisi macam-macam barang, diantaranya beras, cermin, gunting, sisir dll. Kedua pengantin akan duduk diatas tampah berlambang yin yang secara bergantian.

(Diyah)

Comment di sini