Eksekusi Mati Mary Jane Dibatalkan? Ini Kata Jokowi

by
April 29th, 2015 at 2:22 pm

Jakarta (CiriCara.com) – Terpidana kasus narkoba yang merupakan warga negara Filipina, Mary Jane Veloso (30) tidak jadi dieksekusi mati pada Rabu (29/4/2015) dini hari tadi. Kabar tersebut pun langsung memunculkan sejumlah tanda tanya. Apa benar eksekusi mati Mary Jane dibatalkan?

jokowi

Joko Widodo – Ist

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan klarifikasi terkait alasan kenapa Mary Jane tidak jadi dieksekusi mati. Pasalnya ada seseorang yang mengaku sebagai perekrut Mary Jane, Maria Kristina Sergio menyerahkan diri ke polisi Filipina terkait kasus perdagangan manusia.

Pemerintah Filipina meminta penundaan eksekusi mati demi mendapatkan info terkait kasus perdagangan manusia atau “human trafficking” yang diduga terkait dengan Mary Jane. Meskipun demikian, Presiden Jokowi menegaskan bahwa eksekusi mati Mary Jane hanya ditunda, bukan dibatalkan.

“Jadi, ada surat Pemerintah Filipina, ada kasus human trafficking. Ada penundaan (eksekusi mati Mary Jane), bukan pembatalan,” jelas Jokowi di Gedung Bidakara, Jakarta, seperti dikutip dari Kompas.com, Rabu (29/4/2015).

Jokowi juga membantah adanya tawaran tertentu dari Pemerintah Filipina terkait eksekusi mati Mery Jane. Jokowi hanya meminta negara lain untuk menghormati kebijakan hukum di Indonesia. Karena menurut Jokowi, selama ini Indonesia juga menghormati kedaulatan hukum di negara lain.

“Enggak ada lobi-lobi. Ini kedaulatan hukum positif kita. Kita juga hormati kedaulatan hukum negara lain,” tegas Jokowi.

Mary Jane

Mary Jane – Ist

Pihak kepolisian Indonesia pun mengaku siap membantu kepolisian Filipina untuk mencari informasi kasus human trafficking yang terkait dengan Mary Jane. Belum diketahui secara pasti penundaan eksekusi mati Mary Jane ini akan berlangsung berapa lama.

Sementara itu, diketahui ada delapan terpidana mati lain yang telah dieksekusi di Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4/2015) dini hari tadi. Mereka adalah, Zainal Abidin (Indonesia), Rodrigo Gularte (Brasil), Myuran Sukumaran dan Andrew Chan (Australia), Martin Anderson, Raheem A Salami, Sylvester Obiekwe, Okwudili Oyatanze (Nigeria).

Kebijakan eksekusi mati di Indonesia belakangan ini memang tengah heboh. Hal ini dipicu karena banyaknya penolakan dan juga kritik dari berbagai kalangan. Pasalnya hukuman mati adalah salah satu pelanggaran HAM.

(YG)

Comment di sini