Sejarah May Day (Hari Buruh Sedunia)

by
April 29th, 2015 at 3:19 pm

CiriCara.com – May Day merupakan hari buruh seantero dunia, tepat tanggal 1 Mei dijadikan Hari Buruh atau May Day, sekitar tahun 2013 hari Rabu para buruh-buruh di dunia mengadakan pawai, menggelar aksi untuk menuntut pemerintah, tak kalah di Indonesia juga melakukan hal demikian, pada tahun 2013 mereka para buruh menyusun 9 tuntutan kepada pemerintah RI diantaranya adalah penghapusan sistem outsourcing, revisi kebutuhan layak hidup, penolakan harga BBM, penghentian pembrangusan serikat pekerja, penolakan potongan gaji dan lain sebagainya. Tetapi untuk tahun 2015 ini belum ada bocoran yang akan dilakukan oleh para buruh tersebut, apakah akan melakukan pawai secara besar-besaran atau tidak mengingat pemerintahan sekarang yang baru berjalan beberapa bulan.

May Day

Buruh di Indonesia demonstrasi peringati May day atau Hari Buruh Sedunia – Ist

Sejarahnya May Day sekitar tahun 1806, ketika itu terjadi pemogokan buruh-buruh/pekerja di Amerika Serikat yang kali pertama. Para buruh dari Cordwainers, sebuah pabrik sepatu melakukan aksi mogok kerja, akan tetapi para pelakon dari aksi mogok tersebut diciduk dan diadili secara hukum. Dalam pengadilan tersebut, terungkap fakta bahwa mereka pada zaman itu benar-benar diperas keringatnya. Mereka bekerja pada pabrik tersebut bekerja 20 jam perhari. Padahal sehari hanya 25 jam. Artinya bahwa para buruh bekerja hanya bisa rehat sekitar 4 jam saja. Dan mereka sepertinya tidak mempunyai kehidupan lain di luar pekerjaan dan hanya untuk bekerja di perusahaan tersebut.

Sehingga para kaum pekerja se-Amerika Serikat pada masa itu berinisiatif untuk melakukan agenda perjuangan bersama, yaitu menuntut pengurangan jam kerja. Adalah Peter McGuire, seorang buruh asal New Jersey mempunyai peranan penting dalam aksi mogok kerja tersebut. Sekitar tahun 1872, dia bersama 100 ribu lebih melakukan aksi mogok kerja untuk menuntut pengurangan jam kerja, dia juga menghimpun kekuatan dari para pekerja dan mengangguran, sekaligus melobi pemerintah kota untuk menyediakan pekerjaan dan uang lembur semalaman bagi para pekerjanya.

Sekitar tahun 1881, McGuire migrasi ke Missouri, dan ia juga mengorganisir pada tukang-tukang kayu dan hasilnya di Chicago dibentuk golongan tukang kayu dan ia sebagai sekretaris umumnya, dengan demikian menjadi cikal bakal adanya serikat pekerja, dan ide tersebut kemudian menyebar ke seluruh negara Amerika Serikta dan berdirilah serikat pekerja di berbagai kota.

Kemudian tanggal 5 September 1882 digelarkan hari parade hari Buruh pertama di kota New York dengan dihadiri 20 ribu lebih peserta, mereka membawa spanduk yang berisi tuntutan yaitu 8 jam kerja, 8 jam untuk beristirahat dan 8 jam untuk rekreasi. Dan itulah kehidupan ideal 24 jam dalam sehari yang diinginkan oleh pekerja Amerika Serikat. Tuntutan pengurangan jam kerja menjadi perjuangan yang panjang bagi para pekerja di dunia.

Kongres pertama yang diselenggarakan pada tahun 1886 di Swiss dan dihadiri oleh organisasi pekerja dari berbagai negara, yang menuntut pengurangan jam kerja menjadi 8 jam kerja sehari.  Hingga akhirnya 1 Mei ditetapkan sebagai hari perjuangan para pekerja sedunia. 1 Mei dipilih karena mereka terinspirasi dengan kesuksesan aksi para buruh di Kanada sekitar tahun 1872, waktu itu buruh/pekerja di Kanada yang menuntut 8 jam kerja seperti para buruh di Amerika Serikat dan mereka berhasil. 8 jam kerja di Kanada diberlakukan mulai tanggal 1 Mei 1886.

Semoga para buruh/pekerja di Indonesia melakukan hal yang sama yaitu 8 jam untuk bekerja.

*Dikutip dari beberapa sumber

Penulis: MasArif

Comment di sini