Apa Itu Rave Party?

by
April 30th, 2015 at 10:38 am

CiriCara.com – Pernahkah kamu mendengar tentang Rave Party? Darimanakah sebenarnya asal-muasal budaya ini? Simak artikel berikut!

Rave Party

Ist

Rave party atau pesta Rave adalah kebudayaan baru yang pertama kali muncul pada pertengahan 1980-an di Amerika Serikat, tepatnya Chicago. Ternyata, istilah ‘Rave’ merupakan singkatan dari Radical Audio Visual Experience. Rave adalah pesta semalam suntuk yang biasanya diiringi musik berirama cepat (house music) dan pertunjukan lampu. Pesta ini digolongkan sebagai pesta liar yang orang-orangnya disebut dengan Raver. Orang-orang yang terlibat dalam pesta ini adalah anak-anak muda kalangan atas.

Awalnya, pesta Rave digambarkan sebagai suasana pesta di Ibiza, sebuah pulau di Laut Tengah, Spanyol. Pesta dansa ini dicitrakan identik dengan unsur seks dan kriminal. Sebab itu, penyelenggara pesta Rave selalu sembunyi-sembunyi sebelum menggelar acara. Hal ini dilakukan dengan tujuan menghindari polisi agar kegiatan kriminal dan seks mereka tidak tercium polisi atau laporan tetangga yang merasa terganggu.

Para Raver mendapat kabar rencana pesta dari mulut ke mulut, pesan singkat, atau pamflet yang disebar secara rahasia. Bahkan, tempat yang dipilih harus bebas gangguan karena pesta Rave biasanya digelar hampir 10 jam. Wow!

Tak ada aturan khusus yang diwajibkan untuk menjadi seorang Raver. Gaya dan tarian para Raver pun beragam dari yang sederhana hingga paling rumit seperti jump style, melbourne shuffle, atau tecktonic. Setelah sukses dipopulerkan warga Chicago, pesta ini mulai merambah negara lain seperti Inggris, Eropa Tengah, Australia, termasuk juga Indonesia.

Layaknya sebuah konser, Rave party kini tengah menjadi tren seiring perkembangan industri musik EDM (Electronic Dance Music) yang sedang populer. Sekarang, pesta musik ini tidak hanya hiburan outdoor yang diiringi hentakan musik oleh DJ atau Disc Jockey ternama. Rave party telah menjadi dari bagian budaya, tempat di mana semua orang bisa berkumpul dan merasakan keceriaan bersama-sama. Pesta ini tak lagi dicap negatif, namun sudah menjadi bagian dari budaya musik. Pengunjung pesta ini pun semakin ramai. Hal ini sudah mewabah di Indonesia. Jadi, jangan berpikiran negatif, ya! Let’s go raving and dance all night long!

Penulis: Khaeriya

Comment di sini