Tips Harmonisasi Anak dengan Orangtua

by
April 30th, 2015 at 11:05 am

CiriCara.com – Semua orang tua pasti menginginkan menjalin hubungan yang harmonis dengan anak-anaknya, mungkin karena padatnya aktivitas dari kedua belah pihak, orangtua sibuk bekerja sedangkan anak-anaknya sibuk belajar, ke sekolah atau mengikuti kursus-kursus. Sehingga kadangkali anak akan terasa cuek bebek yang tidak dekat lagi bahkan tertutup kepada orang tuanya sendiri. Dan untuk membina kembali hubungan yang harmonis dan berkualitas maka didekatkanlah antara orangtua dan anak-anaknya.

keluarga bahagia

Sukses mendidik anak – Ist

Menurut Psikologi Monica Sulisiawati, mengatakan bahwa langkah awal yang dilakukan oleh orangtua agar dapat menjalin hubungan kembali yang harmonis dengan anaknya adalah menjadi sahabat karibnya. Mungkin dengan membangun komunikasi seperti ngobrol bareng antara orangtua dan anaknya dengan kondisi yang menyenangkan.

Satu hal yang perlu digaris bawahi adalah saat berbicara dengan anak misalnya: jangan mengatakan anak yang bodoh dibandingkan dengan teman lainnya. Sebab kalau hal itu terjadi maka anak tidak mau lagi untuk bercerita dengan orangtuanya sendiri. Di saat anak bilang mau ngerumpi atau ngobrol maka berarti dia sudah menumbuhkan kepercayaan terhadap orangtuanya. Dan saat itu juga maka secara langsung dengarkan anak, apabila orangtua sedang sibuk bekerja, maka katakanlah Anda siap mendengar cerita anaknya.

Empati sejak dini perlu dibangun oleh orangtua dan harus yakin bahwa bila suatu saat anaknya mengeluh terhadap apa yang dialami dan mengganggu kegiatannya, misalnya sering dibully teman, diejek teman. Maka sebaiknya orangtua turut membantu untuk membicarakan hal tersebut.

Selain itu, hindari dan usahakan agar orangtua bila keduanya bertengkar sebaiknya jangan di depan anak, penyebabnya bila hal tersebut terjadi adalah anak akan menyalahkan salah satu pihak dan juga menyalahkan dirinya. Apabila terjadi konflik pertengkaran tersebut sebaiknya dilakukan diruang lain, dan nada bicaranya yang sopan jangan kasar. Atau apabila ada konflk lebih baik salah satu mengalah atau menghindar dahulu hingga kondisinya kondusif.

Tak kalah pentingya bila orangtua perlu ada/hadir secara semuanya untuk anak. Disaat kondisi tertentu kebiasaan anak seperti main games, gadget, sebaiknya ditinggalkan tetapi diganti dengan kehadiran orangtua untuk mendampingi untuk berkomunikasi, dengan ini anak akan merasa orangtua ‘ada’ untuknya sehingga akan memberikan kasih sayang padanya.

Yang utama sekali adalah sediakan waktu untuk anak, misalnya setelah pulang dinas atau kerja kantor, sempatkan untuk bermain bersama misalnya bermain monopoli atau hanya sekedar mengobrol seputar pelajaran di sekolah atau rencana rekreasi bersama atau makan bersama di luar. Dengan demikian kualitas dan kasih sayang pada anak akan terpenuhi. Selamat membaca.

Penulis: MasArif

Comment di sini