5 Cara Bangkit dari Bisnis yang Gagal

by
May 4th, 2015 at 11:35 am

CiriCara.com – Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi membentuk iklim persaingan yang semakin ketat. Dinamika ekonomi kerap membuat pendapatan tidak dapat memenuhi kebutuhan hidup belum lagi gaya hidup. Bisnis ialah cara yang ditempuh banyak orang untuk mengatasi masalah tersebut.

bangkit dari gagal

Bangkit dari kegagalan – Ist

Banyak yang kemudian tergiur dengan bisnis saham. Ini karena usaha tersebut bisa mendatangkan uang dalam waktu cepat. Rupanya, bermain dalam bisnis saham tidak semudah membalikkan telapak tangan. Mereka yang tidak cukup hati-hati dan tidak memiliki cukup pengetahuan bisa saja merugi atau tertipu.

Meuthia Rizky adalah seseorang yang pernah mengalami hal buruk demikian. Wanita yang juga penulis itu  mengaku pernah kehilangan seluruh uangnya pada bisnis saham di tahun 1999. Ditambah uang klien, ia menderita kerugian Rp 1 M saat sedang hamil. Akibat depresi, Meuthia bahkan mengalami baby blues usai melahirkan.

Namun, Meuthia tidak menyerah dengan kegagalannya dan memilih bangkit. Ia sempat menjadi karyawan di berbagai perusahaan dan membuka percetakan. Kini, Meuthia sukses di bidang usaha multilevel marketing. Ia bahkan berbagi tips untuk bangun kembali.

- Dorong Diri Sendiri

Untuk bisa bangkit kembali, seseorang perlu dorongan. Sebagian orang mencari dorongan tersebut dari luar dirinya. Mereka mencari kalimat inspiratif dari televisi maupun buku. Menurut Meuthia, sebenarnya seseorang tidak perlu mencari dorongan itu dari pihak lain.

Meuthia mengungkapkan, diri kita sendiri sebenarnya adalah motivator ulung. Jika mencari dorongan orang lain, saat dia tak ada, motivasi itu juga hilang. Saran perempuan tersebut, seseorang yang gagal perlu pintar-pintar menyemangati diri sendiri.

- Kerja Keras Sebelum Terpuruk

Kondisi yang memaksa bisa mendorong seseorang untuk bekerja keras. Saat kegagalan itu menimpa, ia dan suaminya bahkan tidak punya uang. Satu bulan setelah melahirkan secara caesar, Meuthia memutuskan untuk bekerja.

Posisi seseorang yang masih cenderung aman bisa membuat orang tidak serius membangun usaha. Sementara saat itu, penulis ‘Aku, Edisi Baru’ tersebut harus mengalami posisi paling bawah. Saran Meuthia, jangan tunggu terpuruk untuk bekerja keras tapi lakukanlah sejak Anda memulai usaha.

- Tanggapan Positif Terhadap Masalah

Penting bagaimana seseorang menanggapi sebuah masalah, apakah positif atau negatif. Hal ini diungkapkan oleh ahli psikologi, Gisella Tani Pratiwi. Saat menghadapi kegagalan apakah kita menangis atau memilih curhat kepada teman. Pilihlah cara yang bisa memberikan jalan keluar.

Pilih tantangan seperti apa yang akan berani kita ambil. Pilih jalan yang membuat Anda nyaman. Jadi, tidak mengambil tantangan tertentu bukan berarti tidak mampu untuk menaklukkannya.

- Mengetahui Prioritas dan Resiko

Gisella mengungkapkan, kegagalan tidak selalu berdampak buruk tetapi bisa mendorong seseorang untuk menjadi lebih baik. Analisislah masalah yang Anda hadapi dan tentukan prioritas jalan keluarnya. Anda bisa mengambil jalan apa saja asal tahu resikonya.

Penulis: Ummu Solid

Comment di sini