Tradisi Unik Pesta Kelulusan Sekolah di Jepang dan Korea

by
May 4th, 2015 at 11:06 am

CiriCara.com – Ketika lulus SMA, aksi apa yang pernah kamu lakukan bersama teman-temanmu?

Pelajar Jepang

Ist

Sudah menjadi tradisi umum bahwa pelajar di Indonesia gemar mencoret-coret seragam putih abu-abu ketika lulus SMA, saling memberi tanda-tangan di seragam, kemudian mereka berkonvoi di jalanan. Menurut mereka, corat-coret bermakna bahwa mereka telah bebas dari Ujian Nasional yang telah mereka lalui. Namun, tak seluruh pelajar Indonesia melakukan aksi pesta cat semprot ini.

Kini, tren corat-coret seragam putih abu-abu tak begitu eksis. Beberapa siswa lebih memilih melakukan kegiatan peduli sosial, yakni menyumbangkan seragam bekas mereka kepada anak-anak yang kurang beruntung. Patut diacungi jempol, nih!

Di Jepang, ada tradisi unik yang tak kalah menarik. Ketika lulus, pelajar laki-laki di Jepang biasanya melepas kancing seragamnya. Buat apa? Ternyata, kancing tersebut akan diberikan kepada gadis yang ia sukai semasa sekolah. Ceileh…

Pelajar laki-laki akan mencopot kancing kedua dari atas. Mengapa harus kancing yang itu? Sebab, kancing kedua dari atas merupakan kancing yang letaknya paling dekat dengan hati, sementara seragam adalah pakaian yang dipakai setiap hari selama tiga tahun bersekolah. Jadi, kancing kedua itu berisikan semua perasaan si laki-laki selama tiga tahun bersekolah sampai kelulusannya. Nah, jika ada gadis yang mendapatkan banyak kancing, boleh dibilang dia banyak yang naksir.

Namun, tak semua pelajar laki-laki memberikan kancing seragamnya. Jadi, si gadis juga tak perlu menunggu diberi kancing, lho! Mereka juga boleh memintanya ke laki-laki yang ia suka. Diberi atau tidak, itu urusan belakangan.

Di Negeri Ginseng, tradisi merayakan kelulusan berbeda sekali. Di Korea, pelajar biasanya saling melempar telur dan tepung setelah kelulusan.

Bagaimana dengan pesta perpisahan sekolah? Di negara kita, pesta perpisahan setelah kelulusan biasanya berisi pidato dari guru dan siswa teladan, kemudian ramah-tamah dan berfoto bersama. Tak jauh beda dengan di sini, di Korea juga ada acara Song-sa dan Dap-sa.

Song-sa ialah pidato sekitar 5 menit oleh perwakilan adik-adik kelas. Isi pidatonya adalah kesedihan karena kepergian senior mereka setelah kelulusan, janji untuk bertemu lagi, dan janji untuk melakukan yang terbaik sepeninggal kakak kelas mereka. Sedangkan Dap-sa adalah pidato yang diberikan oleh perwakilan siswa yang lulus, biasanya berisi kesedihan karena meninggalkan sekolah, ucapan terimakasih kepada guru dan orang tua, serta harapan mereka akan kehidupan yang baru.

Penulis: Khaeriya

Comment di sini