Tuntutan Buruh pada Peringatan May Day 2015

by
May 4th, 2015 at 9:15 am

CiriCara.com – Setiap 1 Mei, Indonesia memperingati Hari Buruh Internasional. Peringatan hari ini sempat tidak diperbolehkan pada masa orde baru karena menganggap sama dengan memperingati hari Komunis. Peringatan Hari Buruh lahir dari ketidakpuasan para buruh di abad ke-19 atas jam kerja yang panjang, upah yang rendah dan kondisi tempat bekerja yang tidak layak. Para buruh kemudian mengambil satu hari libur untuk melakukan aksi menuntut hak-hak mereka. Peter McGuire-lah yang memiliki insiatif untuk melakukan aksi ini.

May Day

Buruh di Indonesia demonstrasi peringati May day atau Hari Buruh Sedunia – Ist

Kenapa kemudian setiap tanggal 1 Mei kemudian ditetapkan sebagai Hari Buruh? Awalnya  ketika pada 1884 Federation of Organized Trades and Labor Unions menuntut delapan jam kerja di Amerika Serikat dan diberlakukan mulai Mei 1886.

Kemudian pada Mei 1886 itu juga ketika aksi besar-besaran kaum Buruh dilakukan, terjadi penembakan oleh polisi terhadap para demonstran yang mengakibatkan beberapa demonstran tewas, pemimpinnya pun ditangkap dan dihukum mati.

Dan pada Kongres Sosialis Dunia di Juli 1889 bertempat di Paris, kongres ini menetapkan peristiwa yang terjadi di Amerika serikat tersebut sebagai hari Buruh Dunia. Kongres ini juga mengeluarkan resolusi bahwa sebuah aksi internasional harus dilakukan pada satu hari tertentu secara bersamaan pada hari yang disepakati dan semua buruh menuntut pengurangan jam kerja menjadi 8 jam per hari. Resolusi ini mendapat sambutan yang hangat dari berbagai negara. Peringatan ini pun dilakukan pertama kali pada 1890.

Peringatan Hari Buruh di Indonesia ternyata sudah mulai dilakukan pada 96 tahun yang silan, ketika ratusan anggota Serikat Buruh menggelar peringatan Hari Buruh di Surabaya. Peringatan Hari Buruh tersebut merupakan peringatan pertama di Indonesia, bahkan juga di Asia. Tokoh bangsa bernama HOS Tjokroaminoto pada Peringatan Hari Buruh 1921 bahkan hadir dan berpidato. Dan di tahun 1923, Semaun, salah satu tokoh Komunis di Indonesia, mengajak para buruh kereta api untuk melakukan aksi di Semarang.

Pada peringatan Hari Buruh setelah masa reformasi, para buruh tidak hanya menuntut jam kerja sesuai dengan resolusi internasional, tetapi juga hari libur dan cuti melahirkan untuk buruh, upah yang layak dan kondisi tempat bekerja yang sehat dan nyaman. Di tahun 2013, kaum buruh bahkan menuntut sembilan hal yaitu penghapusan sistem outsourcing, revisi Kebutuhan Hidup Layak (KHL), Upah Minimum Regional (UMR), penolakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), penghentian pemberangusan serikat kerja, penolakan potongan gaji untuk iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), pengadaan rumah layak huni untuk buruh, pengadakan beasiswa untuk buruh dan penetapan 1 Mei sebagai libur nasional.

Sedangkan pada peringatan Hari Buruh di tahun ini, kaum Buruh akan melakukan aksi long march ke Istana Negara dari Bundaran HI, dan menuntut 10 hal yaitu :

  1. Menolak politik upah murah dengan menuntut kenaikan UMP/K sebesar 32 persen, juga menolak kenaikan upah 5 tahun sekali dan mendesak pemerintah untuk merubah Kebutuhan Hidup layak (KHL) menjadi 84 item dari 60 item KHL
  2. Mendesak pemerintah untuk menjalankan jaminan pensiun buruh wajib pada awal Juli 2015 dengan manfaat pensiun 60% – 75% dari gaji terakhir
  3. Mendesak pemerintah untuk menambah anggaran Jamkesmas Rp 30 triliun dari APBN
  4. Mendesak pemerintah untuk segera menghapuskan sistem outsourcing khususnya di BUMN
  5. Menolak kenaikan harga BBM, elpiji dan TDL sesuai harga pasar
  6. Mendesak pemerintah untuk menurunkan harga barang pokok
  7. End corpoorate greed
  8. Mendesak pemerintah untuk mencabur aturan tentang objek vital dan stop tindakan union busting dan kekerasan terhadap aktivis buruh
  9. Mengangkat guru dan pegawai honorer menjadi ONS tanpa tes lagi
  10. Mensyahkan Rancangan Undang-Undang Pekerja Rumah Tangga (RUU PRT) dan revisi UU Perlindungan TKI

Penulis: Diyah

Comment di sini