Kisah Astronot Kirim Pesan via Twitter dari Luar Angkasa

by
May 6th, 2015 at 10:34 am

CiriCara.com – Twitter tak hanya digandrungi penghuni bumi. Di luar angkasa, media sosial berlambang burung pipit itu pun jadi andalan para astronot untuk berkomunikasi dan mengabarkan info di luar bumi. Jadi netizen pengakses Twitter tak hanya mereka yang kongkow di cafe, warnet, bar, rumah atau kamar tidur, tapi juga para astronot yang sedang berada di luar bumi.

Astronot

Astronot – Space.com

Seperti yang dilakukan Michael James Massimino, seorang astronot yang dikirim National Aeronautics and Space Administration atau NASA, badan antariksanya Amerika Serikat. Dari luar angkasa, Massimino rajin twitteran. Astronot yang dikirim NASA pada 11 Mei 2009 itu menjadikan Twitter sebagai alat komunikasi untuk mengabarkan segala kegiatan yang dilakukannya di luar angkasa. Pada 11 Mei 2009, NASA meluncurkan pesawat antariksa Atlantis yang membawa 7 orang astronot. Misi ketujuh astronot tersebut adalah memperbaiki teleskop angkasa luar Hubble.

Kisah astronot, Massimino rajin berkicau via Twitter saya dapatkan dari buku berjudul All About Twitter karya Ahmad Fauzi, wartawan bidang teknologi harian Seputar Indonesia (Sindo). Dalam buku All About Twitter terbitan Yureka itu, ada sebuah ulasan tentang kisah para astronot NASA yang rajin berkicau via Twitter.

Menurut Ahmad Fauzi dalam bukunya, Massimino bisa dikatakan manusia pertama di dunia yang menulis pesan via Twitter dari luar angkasa. Massimino berkicau ketika ia berada pada ketinggian sekitar 563.270 kilometer dari permukaan bumi.

Kicauan yang diposting Massimino via Twitter, menurut Ahmad Fauzi dalam bukunya, berisikan seputar kegiatan sang astronot di luar angkasa. Via akun @Astro_Mike, sang astronot NASA itu rajin berkicau mengabarkan apa saja yang dilakukannya di luar angkasa. Mulai dari saat bangun dari tidur, makan, senam sampai tidur lagi, tak lupa dikabarkan Massimino via Twitter ke penghuni bumi. Akun @Astro_Mike yang dimilikinya pun kemudian kebanjiran follower. Ahmad Fauzi, dalam bukunya menyebutkan bahwa follower Massimino hingga Agustus 2009 mencapai 800.000 ribu orang. Mungkin sekarang bertambah, karena buku All About Twitter sendiri diterbitkan tahun 2009.

Pertanyaannya, apakah pesawat Atlantis yang membawa Massimino dkk itu punya jaringan internet, hingga sang astronot rajin Twitter-an? Ternyata, begini cara kerja Massimino bertwitteran seperti yang ditulis Ahmad Fauzi dalam bukunya. Menurut Ahmad Fauzi dalam bukunya, Massimino tak langsung menulis kicauannya dari pesawat Atlantis ke Twitter. Karena memang, pesawat ulang alik Atlantis sendiri tak langsung terhubung dengan internet. Tapi, sang astronot menulis dulu pesannya, setelah itu mengirimkan lewat jalur transmisi data khusus dari pesawat Atlantis ke pusat kendali NASA di Johnson Space Center, Houston, Amerika Serikat. Setelah itu, pihak Johnson Space Center yang mempostingnya ke Twitter, hingga para netizen bisa membaca kicauan sang astronot.

Kisah Massimino sendiri, membuktikan dahsyatnya pengaruh Twitter, sampai kabar dari luar angkasa pun bisa dengan mudah dikabarkan ke bumi. Meski kabar yang dikirimkan Massimino hanya 140 karakter panjangnya, tapi menjadi kabar yang penuh sejarah, karena dikabarkan dari luar angkasa, ratusan ribu jauhnya di atas bumi.

Penulis: Agus Supriyatna

Comment di sini