Di Australia, Sex Menjadi Nama Partai

by
May 11th, 2015 at 1:54 pm

CiriCara.com – Kamis, 7 Mei 2015, ada sebuah berita yang menurut saya unik, menarik, bahkan juga mungkin aneh. Berita unik, menarik dan aneh itu datang dari Australia, negara yang sekarang hubungannya sedang memanas dengan Indonesia akibat eksekusi hukuman mati terhadap dua warga negeri kanguru tersebut oleh pemerintah Indonesia, beberapa waktu yang lalu.

Bendera Australia

Ist

Berita unik dan aneh itu saya baca di situs berita ternama di Indonesia, detik.com. Berita tersebut mengulas tentang kebijakan Komisi Pemilihan Umum Australia yang memutuskan untuk mencabut status kepartaian sebuah partai. Di negara yang sekarang dipimpin oleh Perdana Menteri Tony Abbot itu, sebuah partai akan diakui sebagai partai resmi bila memenuhi syarat jumlah minimal keanggotaannya. Jika tak memenuhi syarat itu, dengan terpaksa status partai akan ditanggalkan.

Dalam berita itu disebutkan, sebuah partai wajib membuktikan minimal 500 anggotanya yang memegang kartu keanggotaan partai. Tapi memang itu sudah jadi syarat resmi yang harus dipenuhi sebuah partai di Australia, jika memang ingin diakui otoritas pemilu sebagai sebuah partai.

Syarat itu tentu memberatkan bagi partai-partai kecil, yang kerap kali tak mengetahui secara persis berapa jumlah anggota partainya, atau yang sudah mengantungi Kartu Tanda Anggota (KTA). Dan, di berita tersebut, KPU Australia secara resmi mencabut status sebuah partai. Padahal partai tersebut sudah punya anggotanya di parlemen. Tapi, karena statusnya sebagai sebuah partai, tentu eksistensi mereka sebagai sebuah partai terancam hilang.

Nama partai itu sendiri yang membuat saya tergelitik untuk menulis artikel ini. Nama partai itu, sangat aneh menurut ukuran Indonesia. Tapi untuk kontek Australia mungkin nama itu adalah hal yang biasa. Nama partai yang dicabut status kepartaiannya oleh KPU Australia itu adalah Australia Sex Party atau mungkin jika dialih bahasakan menjadi Partai Sex Australia. Wah, sex jadi nama partai. Sebuah kata yang selalu dikonotasikan dengan sesuatu yang berbau pornografi.

Coba, kalau di Indonesia ada sebuah partai dengan nama seperti di Australia, saya pastikan partai tersebut akan sukses menuai pro kontra. Boleh jadi, partai dengan nama seperti sebuah partai di negeri Kanguru akan jadi bulan-bulanan demonstrasi, terutama dari kalangan kelompok atau organisasi keagamaan. Karena nama sex, bisa dikatakan sebuah kata yang tabu. Kata yang konotasinya negatif.

Misalkan, muncul partai sex Indonesia seperti di Australia, partai tersebut dipastikan akan langsung diprotes. Boleh jadi, Kementerian Hukum dan HAM pun tak mau mengesahkan. Dan, saya hakul yakin, partai dengan nama seperti itu akan didesak oleh banyak orang untuk dibubarkan. Tapi, lain ladang dan lain belalang. Lain Indonesia, lain pula Australia. Untungnya, saya tinggal di Indonesia. Jadi tak usah repot memprotes nama partai yang aneh.

Penulis: Agus Supriyatna

Comment di sini