Di Iran, Miliki 30 Gram Narkotika dapat Dihukum Mati

by
May 12th, 2015 at 3:23 pm

CiriCara.com – Iran, negara yang berjuluk negeri para Mullah tersebut, sepertinya sama kerasnya dengan Indonesia menyikapi maraknya peredaran narkotika. Negeri di tanah Persia ini, tak memberi ampun bagi para pelaku kejahatan narkotika. Hukuman mati pun diterapkan untuk mereka yang coba-coba mengedarkan atau memiliki barang haram tersebut. Bahkan, mungkin Iran lebih keras menindak pelaku kejahatan narkotika ketimbang Indonesia.

narkoba

Narkoba – Ist

Iran bersikap keras, karena memang di negara tersebut, masalah kecanduan narkotika sudah mengkhawatirkan. Majalah Tempo, edisi 18 Januari 2015, pernah menurunkan berita tentang tingkat kecanduan narkotika di negeri para Mullah tersebut. Dalam beritanya, Tempo menuliskan, tingkat kecanduan terhadap narkotika di Iran, merupakan yang tertinggi di dunia. Iran, tulis Tempo, adalah negara yang jadi jalur ilegal bagi rute perdagangan barang haram. Terutama dari Afganistan ke Eropa. Menurut Tempo, sekitar 6 juta penduduk Iran punya masalah dengan obat terlarang atau kecanduan narkotika.

Yang lebih mengkhawatirkan lagi, mengutip berita yang ditulis Tempo, sebanyak 9,3 persen populasi perempuan di Iran kini jadi pencandu narkotik. Dan yang membuat pemerintah Iran ketar-ketir, lebih dari 50 persen perempuan pecandu narkotik itu, ternyata mulai mengkonsumsi barang haram saat usia belia. Mulai mengkonsumsi narkotika pada usia 15-19 tahun.

Masih menurut Tempo, karena narkotik pula, tingkat perceraian di Iran sangat tinggi. Jadi narkotika berpengaruh besar menggoyahkan ikatan rumah tangga di negeri para Mullah tersebut. Walau tingkat perceraian meningkat, tapi tingkat perkawinan itu sendiri menurun. Pun tingkat kelahiran ikut menurun.

Iran pun kemudian bersikap keras. Sama sekali tidak memberi ampun bagi mereka yang jadi pengedar narkotika. Bahkan yang memiliki barang haram pun terancam hukuman berat, termasuk hukuman mati.

Di Iran, bagi siapa saja yang memiliki sedikitnya 30 gram narkotika, dapat dihukum mati. Dan, ancaman itu bukan sekadar ancaman. Menurut Iran Human Rights yang dikutip Tempo dalam beritanya, sepanjang 2013, tercatat pemerintah Iran telah mengeksekusi 331 tahanan yang terkena kasus narkotika. Tercatat ada 687 tahanan karena kasus narkotika.

Jadi, kalau dibandingkan dengan Indonesia, kita mungkin belum ada apa-apanya. Iran, dalam satu tahun, telah mengeksekusi ratusan orang karena kasus narkotik. Sementara itu di Indonesia, sepanjang Jokowi mulai memimpin, hingga bulan Mei ini, sudah 14 orang terpidana mati yang dieksekusi. Sebagian besar terpidana adalah mereka yang terjerat kasus narkotik.

Penulis: Agus Supriyatna

Comment di sini