Kisah Sopir Angkot Tua yang Jujur dan Penyabar

by
May 13th, 2015 at 4:11 pm

Bandung (CiriCara.com) – Kebanyakan sopir angkot saat ini terkesan tidak ramah dan suka ugal-ugalan saat bawa penumpang. Namun tidak demikian dengan sopir angkot jurusan Gedebage-Cibeureum yang bernama Yusuf Supriyatna, 72 tahun.

Yusuf, sopir angkot jujur

Yusuf, sopir angkot jujur – Ist/Facebook

Pria yang merupakan pensiunan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) itu ternyata sangat penyabar dan juga ramah. Kisah tersebut diungkapkan oleh Meirna Nurdini Thomas melalui akun Facebook miliknya.

Meirna mengaku kagum dengan sosok Yusuf yang tetap tampil rapi meskipun hanya menjadi seorang sopir angkot. Berbeda dari sopir angkot lainnya, Yusuf pun lebih ramah dan tidak suka kejar-kejaran dengan angkot lainnya.

Dalam penuturannya, kekaguman Mierna akan sosok pak Yusuf itu muncul saat ada seorang penjual minuman yang memaksa sopir angkot itu untuk membelinya. Meski tidak butuh, Yusuf akhirnya tetap membayarnya namun tidak meminum.

“Air ini enggak saya minum, neng. Haram. Kenapa haram? Karena bukan dari hasil jual beli atas kesepakatan tapi pemaksaan,” ujar Yusuf yang memang sudah membawa air minum sendiri dari rumah.

Namun demikian, Yusuf mengaku tetap ikhlas membayar minuman tersebut. Karena ia percaya bahwa rejeki setiap manusia itu sudah ada yang ngatur. “Bapak mah ikhlas aja, karena rejeki bapak sudah diatur oleh Allah, tidak akan berkurang karena itu,” katanya.

Tidak hanya itu, Yusuf juga tetap sabar dan tidak marah saat ada penumpang bocah yang membayar tidak sesuai tarif. Bocah tersebut membayar dengan dua keping uang Rp 500. Yusuf tetap berpegangan pada keyakinannya bahwa rejeki sudah ada yang mengatur.

“Dasar anak-anak, dimaklum ya pak,” kata Mierna coba menghibur.

“Anak itu enggak salah neng. Namanya anak-anak tergantung bagaimana ajaran orangtuanya, enggak apa-apa, kan rejeki bapak mah sudah diatur oleh Allah,” jawab Yusuf menimpali perkataan Mierna.

Yusuf menjelaskan bahwa dalam usaha itu memang harus sabar dan ikhlas. Ia juga mengaku selalu yakin bahwa Allah akan memberinya yang terbaik. Kalau tidak yakin, kata Yusuf, yang ada nanti hanya perasaan lelah saja.

Menurut Yusuf, kalau mau hidup enak itu harus rajin ibadah. “Kuncinya salat lima waktu jangan ditinggalkan, dan kalau kita ada permintaan sama Allah, minta lah sehabis salat, sehabis Tahajud, dan lakukan salat hajat, pasti dijabah Allah,” katanya.

Saat menerima uang ongkos dari penumpang pun, Yusuf selalu mencoba menggunakan tangan kanan. Baginya uang ongkos dari penumpang itu adalah rejeki dari Allah, makanya dia tidak mau mengotorinya dengan tangan kiri.

“Bapak akan bersusah payah mengulurkan tangan kanan, sebab apa? Allah sudah ngasih rejeki masa kita terimanya pake tangan kiri, gimana mau berkah?” kata Yusuf.

Walau pun cuma sopir angkot, Yusuf tetap bisa jujur dan sabar dalam menjalani hidupnya. Bagaimana dengan kamu?

(YG)

Comment di sini