9 Faktor Terjadinya Pelacuran, Selain Masalah Ekonomi

by
May 15th, 2015 at 1:34 pm

CiriCara.comPelacuran sudah ada sejak awal peradaban manusia. Hal ini diungkapkan oleh antropolog dari University of Chicago, Don Kullick. Prostitusi tumbuh dalam sejarah kerajaan-kerajaan. Pada masa Yunani Kuno, pelacuran merupakan hal umum (legal).

psk, pelacuran,

Ist

Banyak orang yang menganggap pelacuran terjadi akibat tekanan ekonomi. Namun, tidak hanya itu, pelacuran juga dilakukan oleh mereka yang tergolong mapan. Ini karena tindakan tersebut bukan hanya soal kebutuhan ekonomi tetapi juga kelainan seksual dan kecewa akan masa lalu.

Kartini Kartono mengungkap berbagai faktor pelacuran dalam bukunya yang berjudul “Patologi Sosial”. Berikut faktor non-ekonomi yang saya pilih dari sumber tersebut.

- Kelainan Seks

Prostitusi bisa terjadi akibat kelainan seks yang diderita pelaku atau pelanggan. Perilaku seks tidak normal ini bisa berupa hyperseks, yaitu perasaan tidak puas akan satu pasangan seksual. Nafsu ini cenderung tidak terkendali.

- Ketidakpuasan

Seseorang sebenarnya memiliki perilaku seks yang normal, hanya saja tidak dipuaskan oleh pasangan resmi. Karenanya, indivu tersebut mencari pemuasan dari orang lain.

- Mobilitas Pekerjaan

Prostitusi bisa muncul karena ada permintaan terhadapnya seperti suami atau istri yang harus bekerja jauh dari pasangan.

- Trauma

Pengalaman traumatis menyebabkan ketidakwajaran dalam seks. Trauma ini dapat berupa perkawinan yang gagal atau cinta yang ditipu.

- Broken Home

Seorang anak bisa terjerumus dalam pelacuran untuk mencari kebahagiaan hidup akibat keluarga yang tidak bahagia.

- Tabu Seks

Pelacuran bisa terjadi akibat orang tua yang terlalu menekan anak dalam masalah seks. Ini muncul dari orang tua yang otoriter dan tabu akan hal-hal berbau seks. Lingkungan masyarakat dengan nilai asusila yang mengekang seorang remaja bisa membuatnya mencari kebebasan seks.

- Lingkungan ‘Kumuh’

Jika faktor di atas tabu seks, lingkungan ‘kumuh’ menyajikan keterbukaan hubungan seks pada anak-anak dan remaja. Pada masyarkat ini, mereka awam melihat perilaku tidak bermoral tersebut. Lingkungan ini juga bisa berupa geng atau kumpulan teman. Hal ini membentuk persepsi pelacuran sebagai upaya mempertahankan hidup.

- Rasa Ingin Tahu

Mereka yang sedang dalam masa puber rentan dimanfaatkan oleh bandit seks. Rasa ingin tahu yang tinggi pada anak usia tersebut bisa membuatnya terjerumus ke dalam dunia pelacuran.

Persepsi yang menganggap seks sebagai cara menikmati masa muda mendorong anak untuk melakukan hubungan seksual sebelum perkawinan. Faktor ini juga berhubungan dengan stimulasi seks lewat film, gambar, atau bacaan porno.

- Anggapan

Selain faktor komersial, pelacuran muncul akibat anggapan bahwa wanita dibutuhkan untuk permainan cinta atau hanya iseng.

Penulis: Ummu Solid

Comment di sini