Di Korut, Tidur Bisa Berbuah Hukuman Mati

by
May 15th, 2015 at 1:23 pm

CiriCara.com – Cerita Korea Utara di bawah kepemimpinan Kim Jong-un, seperti tak ada habisnya. Pemimpin muda itu, dikenal tak kenal ampun bagi siapa saja yang dianggap menentang kekuasaan dirinya. Dinilai membangkang, hukuman mati siap menanti.

Menhan Korut

Menhan Korut, Hyon Yong-chol – Ist

Kim pun, jadi pemimpin yang sangat ditakuti. Ia memerintah dengan tangan besi. Hukuman mati, jadi cara Kim untuk menghilangkan segala duri yang bisa mengganggu kekuasaan. Bahkan, tak peduli dia itu sanak atau kerabatnya, bila dianggap jadi ‘pengganggu’ kekuasaan, bakal disikatnya.

Beberapa waktu lalu misalnya, Kim telah mengeksekusi mati pamannya sendiri, Jang Song-thaek. Sang paman dieksekusi karena dinilai hendak menggulingkan Kim. Selepas mengeksekusi sang paman, Kim juga menghukum mati istri sang paman yang notabene adalah bibinya. Kabarnya istri paman Kim yang bernama, Kim Kyong-hui, dieksekusi dengan cara diracun.

Kim pun jadi pemimpin yang kejam. Beberapa waktu yang lalu, situ berita Tempo.co, pernah menurunkan berita tentang hukuman mati di Korea Utara. Metode eksekusi sangat kejam. Tahanan dieksekusi oleh senjata anti pesawat atau senjata berat artileri. Di beritakan, tahanan yang ‘dihajar’ oleh senjata artileri tersebut hancur seperti bubuk. Jadi, hukuman mati di belahan bumi manapun, baik itu di Amerika, Arab Saudi, Iran atau Cina, tak ada artinya bila dibandingkan dengan metode hukuman mati yang diterapkan Korea Utara. Apalagi, jika dibandingkan dengan metode hukuman mati yang diberlakukan pemerintah Indonesia.

Dengan ‘menghajar’ tahanan dengan senjata berat anti pesawat, tak ada lagi jejak fisik sang tahanan. Semua hancur. Tak ada jenazah, yang bisa jadi bukti bagi keluarga. Semua hancur jadi bubuk. Sungguh, sebuah metode eksekusi yang diluar nalar.

Baru-baru ini situs berita Tempo.co, kembali menurunkan berita tentang hukuman mati di Korea Utara. Berita tentang hukuman mati di Korea Utara yang dimuat, ini bercerita tentang eksekusi terhadap Kepala Pertahanan Korea Utara yang bernama Hyon Yong-chol. Hyon dieksekusi karena dianggap ‘mbalelo’ dan dituding tak lagi loyal terhadap pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong-un.

Kepala Pertahanan itu, dieksekusi dengan menggunakan metode tembakan senjata anti pesawat terbang. Padahal, Hyon Yong, bukanlah orang sembarangan. Dia termasuk jajaran penting di lingkar kekuasaan Kim Jong-un. Pangkatnya pun tak main-main, seorang jenderal. Sebelum jadi Kepala Pertahanan, Hyon Yong, pernah menjabat sebagai Menteri Angkatan Bersenjata Rakyat Korea Utara. Hyon dieksekusi bersama 14 orang pejabat tinggi lainnya yang dituding Kim tak setia padanya.

Dalam beritanya, Tempo.co, mengutip pemberitaan yang dilansir Yonhap, kantor berita Korea Selatan. Menurut berita, kantor berita Korea Selatan, negeri seteru abadi Korea Utara, Hyon Yong-chol dieksekusi karena sang kepala pertahanan itu kerap didapati tertidur dalam beberapa acara resmi kemiliteran yang dihadiri Kim Jong-un.

Mungkin bagi Kim, tidur di acara resmi militer yang dihadirinya, adalah bentuk pembangkangan. Tidur dianggap perbuatan melawan negara. Karena itu dengan gampang saja, Kim memerintahkan Hyon Yong dieksekusi. Membaca itu saya pun teringat tentang berita ‘tidur’ elit di Indonesia.

Di Indonesia, kisah pejabat tidur saat rapat sudah menjadi hal yang biasa. Sanksinya paling banter ditegur, atau heboh diberitakan. Susilo Bambang Yudhoyono, kala jadi Presiden, pernah menegur pejabat yang tertidur kala dia sedang berpidato. Tapi SBY, tak sekejam Kim. SBY, hanya menegur, tidak memerintahkan eksekusi bagi pejabat yang tidur di acara resmi kenegaraan. Jadi, beruntunglah para elit di negeri ini. Tidur dalam rapat, tak akan berbuah hukuman mati.

Penulis: Agus Supriyatna

Comment di sini