Fakta-fakta Menarik Seputar Hukuman Mati

by
May 18th, 2015 at 8:41 am

CiriCara.com – Pada 18 Januari, Minggu dini hari, pemerintah Indonesia, mengeksekusi enam terpidana mati. Lima terpidana dieksekusi di Nusakambangan. Sementara satu terpidana, di eksekusi di Boyolali, Jawa Tengah. Kelima terpidana yang dieksekusi di Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah adalah Marco Archer Cardoso Mareira, warga negara Brasil, Daniel Enemua, warga negara Nigeria, Ang Kim Soe, warga negara Belanda, Namaona Dennis, warga negara Malawi dan Rani Andriani atau Melisa Aprilia, warga negara Indonesia.

mati

Hukuman mati – Ist

Sementara satu terpidana mati yang dieksekusi di Boyolali, Jawa Tengah adalah Tran Thi Hanh, warga negara Vietnam yang berusia 37 tahun. Kebanyakan dari enam terpidana mati yang dieksekusi pada 18 Januari 2015 itu adalah para narapidana kasus narkotika.

Kemudian menjelang bulan April berakhir, tepatnya tanggal 28 April, kembali pemerintah Indonesia mengeksekusi 8 terpidana mati. Kedelapan orang terpidana mati yang dieksekusi menjelang akhir April itu adalah Andrew Chan dan Myuran Sukumaran, keduanya adalah warga Australia, Raheem Agbaje Salami, Sylvester Obiekwe Nwolise dan Okwudili Oyatanze, tiga orang terpidana asal Nigeria, Martin Anderson asal Ghana, Rodrigo Galarte, warga Brasil dan Zainal Abidin, warga Indonesia.

Satu terpidana lainnya, Mary Jane Veloso, batal dieksekusi, karena munculnya fakta hukum baru tentang kasusnya. Satu lagi terpidana, Serge Atlaoui asal Perancis, yang semula masuk daftar terpidana yang dieksekusi pada akhir April, tak jadi dieksekusi karena pengajuan Peninjauan Kembali atas kasusnya masih bergulir di Mahkamah Agung.

Atas pelaksanaan hukuman mati itu, pemerintah Indonesia banyak dikecam negara lain. Bahkan, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-bangsa, Ban Ki-moon. Negara yang paling keras mengecam hukuman mati, adalah Australia dan Brasil, dua negara yang memang warganya dieksekusi oleh pemerintah Indonesia. Australia, mungkin negara yang paling keras memprotes hukuman mati di Indonesia, sampai memutuskan menarik duta besarnya di Indonesia.

Bicara hukuman mati sendiri, banyak fakta yang menarik untuk disimak. Metode hukuman mati sendiri, memang sudah diterapkan sejak dahulu. Tapi, banyak hal yang menarik seputar hukuman mati di belahan dunia. Terutama hal menarik terkait hukuman mati di jaman dahulu kala.

Fakta-fakta menarik tentang hukuman mati ini saya kumpulkan dari berbagai kicauan yang ditweetkan para netizen di twitter. Berikut fakta-fakta menarik tentang hukuman mati. Pada tahun 1800-an, kabarnya jika ada orang yang melakukan tindak bunuh diri, lalu gagal, maka ia akan kena hukuman. Apa hukumannya, tak lain, dia bakal dihukum mati.

Fakta menarik lainnya soal hukuman mati dan menonton video porno. Di China, bagi siapa saja yang kedapatan atau kepergok menonton video porno, hukumannya adalah kurungan penjara sampai tiga tahun. Tapi hukuman itu belum seberapa. Sebab di Korea Utara, negeri komunis yang sekarang dipimpin Kim Jong-un, siapa pun yang kedapatan membuat atau menonton film porno, tidak ada ampun baginya. Dia akan dihukum mati. Sadis ya..

Nah ini ada fakta lain soal hukuman mati yang menurut saya sangat menarik dan rada aneh. Fakta soal hukuman mati yang menarik ini terjadi di era Roma kuno. Di zaman Roma kuno, metode hukuman mati bukan dengan cara ditembak, dipenggal, atau dengan metode lainnya. Metodenya sungguh tak terduga, yakni dengan cara si tahanan yang akan dieksekusi digelitik sampai mati. Jadi di zaman Roma Kuno, menggelitik adalah salah satu metode hukuman mati. Fakta menarik lainnya terkait hukuman mati, konon kabarnya di zaman Athena kuno, siapa pun yang menebang pohon zaitun akan dihukum mati. Ternyata di zaman Athena kuno, pohon zaitun adalah pohon yang diangap suci. Buah dan segalanya dianggap milik negara. Jadi bagi yang berani menebang, siapa saja dihukum mati.

Nah, ada lagi fakta yang menarik soal hukuman mati. Kabarnya pada abad 16 dan 17 di Turki, meminum kopi adalah perbuatan kriminal. Minum kopi dianggap melanggar hukum. Ancaman hukumannya sampai hukuman mati. Wah ngeri kalau itu masih diterapkan hingga sekarang.

Sementara negara yang tak menganut hukuman mati, salah satunya adalah Norwegia. Di negara itu, hukuman maksimal bagi pelaku kejahatan adalah 21 tahun. Jadi tak ada hukuman mati di negara tersebut.

Anda tahu Perancis, negara yang juga ikut memprotes Indonesia, karena salah satu warganya yakni Serge Atlaoui akan dihukum mati, punya sejarah menarik soal hukuman mati. Di Perancis, pada tahun 1386, seekor babi dijatuhi hukuman mati dengan digantung, karena si babi malang itu dituduh telah membunuh seorang anak kecil.

Sementara di Italia, tepatnya di Kota Naples, pada abad 16, berciuman di depan umum adalah perbuatan kriminal berat. Bagi pasangan yang berciuman di muka umum, pada abad itu di Naples, akan diancam dengan hukuman mati.

Sedangkan pada zaman Mesir kuno, hukuman bagi pembunuh kucing dengan sengaja adalah hukuman mati. Fakta menarik lainnya seputar hukuman mati adalah soal kursi listrik yang kerap dipakai jadi alat eksekusi si terpidana mati. Ternyata
kursi listrik yang biasa dipakai untuk hukuman mati ditemukan oleh seorang dokter gigi bernama Albert Southwick.

Fakta soal hukuman mati yang menarik lainnya datang dari Amerika Serikat. Di Texas, salah satu negara bagian di Amerika Serikat yang menerapkan hukuman mati, ternyata angka pembunuhannya lebih tinggi dari New York yang tak menerapkan hukuman mati.

Penulis: Agus Supriyatna

Comment di sini