Soeharto Ternyata Pernah Diusulkan Terima Nobel Perdamaian

by
May 18th, 2015 at 2:24 pm

CiriCara.com – Hadiah atau penghargaan Nobel mungkin adalah penghargaan tertinggi dan paling bergengsi di muka bumi ini. Banyak tokoh dunia mengidamkan dapat penghargaan Nobel.

Soeharto

Ist

Mengutip keterangan yang dimuat di situs Wikipedia.org, hadiah atau penghargaan Nobel, merupakan penghargaan yang lahir dari wasiat Alfred Nobel, industrialis asal Swedia yang juga penemu. Kabarnya, wasiat itu dipicu oleh kekecewaan Alfred Nobel, setelah tahu hasil penemuannya banyak digunakan untuk perbuatan atau tindakan yang merusak.

Karena kekecewaan itulah, Alfred membuat surat wasiat yang ia teken di Swedish-Norwegian Club di Paris. Alfred meneken surat wasiatnya pada tanggal 27 November 1895. Menurut situs Wikipedia.org, dalam surat wasiatnya, Alfred ingin ada penghargaan yang diberika kepada mereka yang dianggap berjasa terhadap kemanusian dan ilmu pengetahuan. Maka, sekarang kita mengenal Nobel perdamaian, yang diberikan kepada orang yang berjasa pada sebuah upaya perdamaian. Mendiang Nelson Mandela adalah salah satu tokoh yang pernah mendapat Nobel Perdamaian.

Masih menurut situs Wikipedia.org, penghargaan Nobel mulai diberikan pada tahun 1901. Ada beberapa kategori penghargaan yang diberikan kepada penerimanya. Pertama, diberikan kepada orang yang memiliki pencapaian dibidang ilmu Fisika. Untuk kategori ini, pemenangnya ditentukan oleh Akademi Ilmu Pengetahuan Kerajaan Swedia. Kedua, Nobel untuk bidang kimia yang pemenangnya ditentukan oleh Akademi Ilmu Pengetahuan Kerajaan Swedia.

Ketiga, Nobel untuk bidang Fisiologi atau Kedokteran, dimana pemenangnya diitentukan oleh the Karolinska Institute. Keempat Nobel bidang sastra. Untuk Nobel sastra, nominator dan pemenangnya ditentukan oleh the Swedish Academy. Lalu yang keempat Nobel Perdamaian, dimana peraihnya menurut situs Wikipedia.org, diitentukan oleh sebuah komite yang ditunjuk oleh Norwegian Storting.

Kemudian pada1968, Sveriges Riksbank, Bank Swedia, menambah kategori Nobel untuk bidang sains ekonomi, dimana pemenangnya tentukan oleh Royal Swedish Academy of Sciences.

Namun, sejak penghargaan Nobel mulai diberikan, hingga sekarang belum pernah ada orang Indonesia yang dapatkan itu. Kabarnya dulu, Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden RI keenam yang sekarang sudah pensiun dan digantikan Joko Widodo atau Jokowi, pernah diusulkan untuk mendapat Nobel Perdamaian, karena dinilai punya andil menciptakan perdamaian di bumi Serambi Mekkah, Aceh. Namun, Yudhoyono tak pernah mendapat penghargaan bergengsi tersebut, hingga ia pensiun pada 20 Oktober 2014.

Ada fakta menarik tentang orang atau tokoh Indonesia yang diusulkan pantas menerima penghargaan Nobel. Ternyata yang diusulkan tak hanya Yudhoyono. Sebelum Yudhoyono ada tokoh lain yang diusulkan layak menerima Nobel. Fakta ini saya dapatkan dari sebuah artikel berjudul 49 Tahun PKI Bubar, yang ditulis oleh Anton Tabah yang dimuat Koran Republika edisi Selasa, 10 Maret 2015.

Dalam artikelnya, Anton Tabah menuliskan, bahwa Mantan Presiden Perancis Francois Mitterand, pernah menulis sebuah buku berjudul La Paile et Le Grain yang diterjemahkan dalam bahasa Inggris, The Weat and The Chaff. Dalam buku itulah, Francois pernah mengusulkan Jenderal Purnawirawan Soeharto, mantan Presiden RI kedua yang sudah almarhum itu, untuk menerima penghargaan Nobel. Francois menganggap Soeharto punya jasa besar karena telah berhasil membubarkan Partai Komunis Indonesia. Di mata Francois, langkah Soeharto membubarkan PKI, adalah jasa besar buat perdamaian dunia. Karena itu ia mengusulkan Soeharto untuk mendapat Nobel Perdamaian.

Sayang usul itu, hingga Soeharto lengser dan meninggal, tak pernah terwujud. Saya pun baru mengetahui, ternyata Soeharto pernah diusulkan untuk menerima penghargaan Nobel Perdamaian.

Penulis: Agus Supriyatna

Comment di sini