Hukuman Mati

by
May 27th, 2015 at 9:56 am

CiriCara.com – Hukuman mati merupakan hukuman yang dijatuhkan pengadilan (atau tanpa pengadilan) sebagai wujud hukuman terberat yang dijatuhkan kepada seseorang akibat dari perbuatannya. Sekitar tahun 2005 ada 2.148 orang dihukum mati di 22 negara, termasuk di negara Indonesia. Dari data tersebut sekitar 94 persen pelaksanaan hukuman mati berlaku di negara-negara seperti Tiongkok, Arab Saudi, Amerika Serikat, dan Iran.

hukuman mati

Hukuman Mati – Ist

Sejarah mengungkapkan tentang pelaksanaan hukuman mati sebagai berikut:

  • Hukuman pancung merupakan hukuman penggal kepala.
  • Hukuman sengatan listrik, caranya dengan duduk dikursi dimana kursi tersebut dialiri listrik dengan tegangan tinggi.
  • Hukuman gantung, merupakan hukuman yang digantung di tiang gantungan.
  • Hukuman suntik mati, berupa hukuman dengan cara disuntik dengan obat yang mematikan.
  • Hukuman tembak, merupakan hukuman dengan cara menembak di jantung seseorang (biasanya sebelum ditembak ditutup matanya).
  • Hukuman rajam, hukuman dengan cara dilempari batu sampai mati.

Hukuman mati diberlakukan karena banyak pelaku kejahatan yang sebagian merupakan residivis kambuhan yang kerap kali melakukan kejahatan disebabkan ringannya hukuman. Seringkali menolak terhadap hukuman mati hanya didasarkan pada sisi kemanusiaan terhadap pelaku tanpa melihat sisi kemanusiaan dari para korban sendiri, keluarga, kerabat ataupun masyarakat yang telah tergantung pada korban. Kecuali bila keluarga korban sudah atau sudi memaafkan kepada pelaku tentu bisa diubah dengan persyaratan-persyaratan yang jelas dan tegas.

Praktek-praktek hukuman ini ini biasanya dianggap bias, terutapa pada strata kelas dan ras. Di Amerika sendiri sekitar 80% yang terkena hukuman mati adalah orang non kulit putih yang berasal dari kaum miskin. Namun di berbagai negara banyak terhukum mati kebanyakan dari negara asing dan tidak diberikan penerjemah selama proses persidangan.

Sejak tahun 1973 ada sekitar 124 terhukum mati dibebaskan di negara Amerika setelah dibuktikan baru bahwa mereka tidak bersalah atas dakwaannya. Dari sejumlah itu ada sekitar enam kasus dimana mereka dibebaskan pada saat terakhir akan dieksekusi. Kesalahan-kesalahan yang dijumpai bahwa aparatur kepolisian serta kejaksaan tidak bekerja secara maksimal atau juga karena tidak cukupnya pembela hukum bagi mereka terpidana.

Dalam rangka menghindari dari kesalahan hukuman mati tersebut, aparat hukum yang menangani kasus terpidana mati tersebut harus mempunyai wawasan yang luas dan memadai, sehingga sumber daya manusia yang akan disiapkan dalam rangka penegakkan hukum sejalan dengan tujuan hukum.

Dikutip dari beberapa sumber

Penulis: MasArif

Comment di sini