Asal Mula Kata Narsis

by
May 28th, 2015 at 10:45 am

CiriCara.com – Narsis semakin jadi fenomena sosial di era kini apalagi dengan adanya kamera dan jejaring maya. Kata narsis pun lebih dikenal sebagai selfie yang melahirkan berbagai perangkat seperti tongsis (tongkat narsis) dan aplikasi edit foto instan. Rupanya, kata narsis tidak muncul belakangan saja tetapi sudah dikenal sejak jaman Yunani kuno.

selfie

Foto selfie “sakit gigi” – dailymail.co.uk

Narkissos dalam Mitologi Yunani

Tersebutlah seorang pemuda bernama Narkissos (dalam bahasa Yunani) atau Narcissus (dalam bahasa Latin). Pria ini amat mencintai bayangan dirinya yang terpancar dari air kolam. Ia pun tenggelam akibat meraih bayangannya tersebut. Konon, tumbuhlah bunga Narsis di tempat ia tenggelam. Hingga kini, tanaman itu tersebar di Eropa, Afrika Utara, dan Asia.

Narsisme

Bapak ilmu jiwa, Sigmund Freud mengungkapkan narsis (Narcissistic Personality Disorder) sebagai gangguan pada karakter diri seseorang. Narsis menunjukkan cinta yang berlebihan pada diri sendiri, kesombongan, dan egoisme. Mereka yang mengalami ini cenderung memiliki penghargaan yang rendah terhadap orang lain.

Penyebab

Narsis disebabkan oleh kegagalan pada masa perkembangan dari anak-anak hingga dewas. Narsis merupakan akibat dari anak yang terlalu dimanja oleh orang tuanya. Lingkungan yang memuji terlalu berlebihan dan kerap diulang-ulang dapat membentuk mental narsis seorang anak.

Sebaliknya, narsis juga disebabkan oleh penolakan, kekerasan, dan tuntutan yang terlalu besar dari orang tua. Secara biologis, narsis dapat disebabkan faktor genetik. Faktor psikobiologis, perilaku, dan pola pikir juga bisa jadi pemicu narsistik.

Kadar Tinggi

Sejatinya, sifat narsis dimiliki oleh seseorang bahkan sejak lahir. Mencintai diri sendiri sesungguhnya diperlukan manusia untuk menjaga keseimbangan kebutuhan dalam sosialisasi. Kadar narsis yang normal dibutuhkan untuk kebahagiaan hidup manusia.

Selfie yang termasuk dalam kategori narsisme, masih dianggap wajar. Seseorang yang ingin mengabadikan momen pada suatu tempat atau bersama seseorang tentu merupakan hal normal.

Namun, jika kita kerap pamer di media sosial, ingin menang sendiri, ingin lebih unggul, dan kerap merendahkan orang lain maka waspadalah akan narsisme kadar tinggi dalam kepribadian kita. Tanda gangguan narsis ialah meninggikan diri sendiri di hadapan orang lain dengan memandang diri paling hebat atau malah merendahkan orang lain.

Perubahan Makna

Masa kini, narsis hampir dinggap hal wajar. Kata ini melekat pada tindakan memotret diri sendiri kapan saja di mana saja. Teknologi memudahkan seseorang untuk menunjukkan siapa dirinya. Selfie pun dianggap sama dengan narsis padahal ada perbedaan arti.

Penulis: Ummu Solid

Comment di sini