Duh, Premium Mulai Hilang dari SPBU

Jakarta (CiriCara.com)Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar Jabodetabek dikabarkan mulai langka dan bahkan menghilang.

Sejumlah SPBU yang beroperasi di Depok mengaku sudah mulai kehilangan bahan bakar premium. Bahkan di daerah Grogol, beberapa SPBU telah memasang papan pemberitahuan bahwa Premium telah habis.

Karena stok habis, beberapa kendaraan terpaksa mengurungkan niatnya membeli bensin karena enggan membeli BBM nonsubsidi Pertamax dengan harga dua kali lipat lebih mahal dari Premium.

Kompas

Menurut pengakuan seorang manajer SPBU Depok, stok premium memang sudah berkurang sejak awal November karena adanya pembatasan kuota. Namun pihak Pertamina belum memberi keterangan pasti soal kelangkaan BBM ini.

Langkanya BBM di area Jakarta dan sekitarnya ini dikarenakan berkurangnya persediaan minyak Depo Pertamina di Plumpang. Dikutip dari Tempo.co, seorang manajer SPBU di Grogol mengatakan bahwa pengurangan kuota ini sudah dilakukan sejak Oktober 2012 lalu.

Ia mengaku saat itu mendapat kiriman dari Pertamina sebanyak dua kali sehari. Namun belakangan ini pengiriman tersendat. Kadang-kadang ia hanya menerima kiriman sekali selama tiga hari dengan kuota yang telah dikurangi.

Sebuah SPBU di daerah Depok yang dikelola oleh Anas mampu menghabiskan Premium sampai 18 ton per hari. Sejak terjadi pengurangan kuota, jatah berkurang menjadi 32 ton untuk dua hari yang bisa habis dalam waktu setengah hari penjualan.

Kini, yang masih tersisa di SPBU Anas adalah persediaan Pertamax sebanyak 9 ribu liter dan solar 13 ribu liter tanpa premium sama sekali.

Karena kelangkaan Premium Anas mengalami kerugian hingga jutaan rupiah. Biasanya ia akan mendapat omzet mencapai Rp. 30 juta per hari dengan karyawan sebanyak 23 orang. Saat premium langka semacam ini para karyawan terpaksa hanya bekerja setengah hari di lorong Pertamax dan Solar.

Sebelum kelangkaan ini terjadi, Pemerintah pernah menyerukan program “Gerakan Nasional Hari Tanpa Bensin Bersubsidi” pada tanggal 2 Desember 2012 mendatang. Apakah kelangkaan BBM yang terjadi baru-baru saja ini berhubungan dengan gerakan yang akan dilakukan hari Minggu itu? Biar Pemerintah sendiri yang menjawab. (RN)

SPBU Jawa-Bali Tak Jual BBM Bersubsidi Pada 2 Desember

Jakarta (CiriCara.com)2 Desember 2012 nanti, Pertamina akan menggalakkan Gerakan Nasional Hari Tanpa Bensin Bersubsidi di wilayah Jawa-Bali dan lima kota besar di luar Pulau Jawa. Alasannya?

Menurut Wakil Presiden Komunikasi Korporat PT. Pertamina, Ali Mundakir, Minggu 25 November 2012 kepada Kompas.com langkah ini dilakukan untuk menjaga kuota Bahan Bakar Minyak bersubsidi.

“Kami siap mendukung Gerakan Nasional Hari Tanpa Bensin Bersubsidi yang diprakarsai oleh Badan Pengatur Hilir Migas. Hal ini sebagai satu langkah inisiatif lain untuk mengamankan kuota BBM bersubsidi hingga akhir tahun,” kata Ali Mundakir.

VIVAnews

Lima kota besar di luar Jawa-Bali yang akan mendukung Gerakan Nasional Hari Tanpa Bensin Bersubsidi adalah Medan, Batam, Palembang, Balikpapan, dan Makassar. Serentak SPBU di kota-kota ini bersama seluruh SPBU Jawa-Bali tidak akan menjual BBM bersubsidi pada 2 Desember 2012 mulai dari pukul 06.00 hingga pukul 18.00.

Selama gerakan berlangsung, SPBU akan tetap beroperasi namun hanya untuk melayani pembelian bensin non subsidi. Ali Mundakir percaya bahwa masyarakat sangat berantusias untuk berpartisipasi dalam gerakan ini sama seperti gerakan program earth hour yang sering dilakukan tiap tahunnya.

Pihak Pertamina bahkan memperkirakan gerakan ini akan menghemat sekitar 120 kiloliter bensin bersubsidi atau setara dengan Rp. 600 miliar.

Di luar aksi penghematan BBM ini, seperti dilansir dari Merdeka.com, PT Pertamina (Persero) mengklaim telah melakukan penyaluran BBM bersubsidi sesuai dengan kuota namun menurut Ali kuota telah melebihi rencana semula.

Dalam APBN 2012 kuota BBM bersubsidi ditetapkan sebesar 40 juta KL dan pada bulan September 2012 ditambah 4,04 juta KL sehingga total menjadi 44,04 juta KL. Pertamina bertanggungjawab atas 43,9 juta KL dengan rincian 27,8 juta KL Premium, 14,9 juta KL Solar, dan 1,2 juta KL Kerosene.

Namun baru sampai 20 November 2012, realisasi penyaluran BBM bersubsidi masing-masing telah mencapai 24,9 juta KL Premium, 13,7 juta KL Solar, dan 1,1 juta KL Kerosene. (RN)

CiriCara: Cara Menghemat BBM Mobil Anda

Sekarang lagi heboh-hebohnya rencana pemerintah untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) per April mendatang. Banyak aktivis dan warga melakukan aksi demo BBM secara besar-besaran. Tapi lebih baik lagi jika Anda bersiap diri mengantisipasi kenaikkan harga BBM itu dengan mengirit konsumsi BBM pada mobil Anda. Mau tahu caranya? Continue reading