Ini Penyebab Banjir Jakarta

Jakarta (CiriCara.com)Musim hujan di Ibukota memang selalu mendatangkan masalah. Banjir yang baru saja terjadi di area sekitar Sungai Ciliwung dan Pesanggrahan rupanyaa disebabkan oleh besarnya aliran air yang masuk ke sungai tersebut.

Sementara itu, kapasitas kedua sungai sudah tidak mampu lagi menampung debit air akibat sedimentasi dan penyempitan alur sungai. Sutopo Purwo Nugroho selaku Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNBP) membenarkan penyebab banjir itu.

Diberitakan oleh SuaraMerdeka.com, Sutopo juga menjelaskan bahwa luas Daerah Aliran Sungai (DAS) Pesanggrahan adalah selebar 177 km2. Sementara hampir 70 persen kawasan itu terbangun dari luas DAS-nya.

Di bagian hilir sungai, pemukiman padat telah dibangun di atas sekitar 45 persen dari luas DAS. Daerah hilir yang dihuni pemukiman padat dimulai dari Kebayoran Lama, Kedoya, dan Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

VIVAnews

Menurut Sutopo lagi, kawasan resapan air juga minim sehingga hujan yang turun hampir 70 persen meluber ke permukaan karena sungai hanya mampu menampung 40 persen dari debit banjir yang ada. Sementara sisanya menjadi banjir dan menggenangi pemukiman warga.

Banjir yang terjadi di Jakarta menimbulkan dampak yang signifikan. Tidak hanya ratusan rumah terendam, kemacetan akibat banjir juga terjadi dimana-mana.

Menanggapi hal ini, Jokowi berujar bahwa pihaknya telah melakukan pengerukan di area sungai namun mengalami kendala saat hujan turun.

“Ini kan baru proses pengerjaan, tapi keduluan banjir. Itu kan sudah pengerukan. Kamu nggak pernah ikut ke sana sih,” seperti dikutip Detik.com. (RN)

Apa Kata Jokowi Soal Banjir Kali Pesanggrahan?

Jakarta (CiriCara.com)Banjir mulai melanda Jakarta sedangkan Jokowi baru genap 39 hari menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Apa tanggapannya mengenai banjir akibat luapan Kali Pesanggrahan yang terjadi kemarin, Kamis, 22 November 2012?

Pria kurus yang mrupakan Mantan Walikota Solo ini menegaskan bahwa pihaknya sudah melakukan pengerukan di Kali Pesanggrahan namun prosesnya belum selesai saat hujan datang.

“Ini kan baru proses pengerjaan, tapi keduluan banjir. Itu kan sudah pengerukan. Kamu nggak pernah ikut ke sana sih,” ujar Jokowi saat menyambut kedatangan Presiden SBY dari Pakistan, di Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur, Jumat 23 November 2012 seperti dikutip Detik.com.

Solopos

Jokowi juga mengatakan telah mengecek kesiapan Kali Pesanggrahan saat menghadapi banjir nanti termasuk mengadakan simulasi di lapangan. Dia juga telah meneliti kesiapan daerah yang terkena banjir termasuk urusan logistik serperti distribusi perahu karet dan bantuan lainnya.

Melihat banjir yang sudah mengintai Jakarta ini, Jokowi mengusulkan agar pengerukan dan pembuatan tanggul di Kali Pesanggrahan harus dipercepat walau masih harus menunggu hingga musim kemarau nanti.

Kali Pesanggrahan menyebabkan banjir di kompleks perumahan warga termasuk rumah Kak Seto di Cirendeu Permai, Ulujami, dan Komples IKPN di Bintaro, Jakarta Selatan.

Sementara itu menurut perkiraan BMKG, dalam beberapa hari ini Jakarta masih akan terus diguyur hujan dan angin kencang, sehingga warga diharap waspada. (RN)

Banjir di Kembangan Untungkan Bengkel Motor Dadakan

Jakarta (CiriCara.com) – Hingga siang ini, banjir masih melanda kawasan dari arah lampu merah Puri Kembangan ke arah Kedoya. Akibat peristiwa ini banyak motor yang mogok karena kemasukan air. Situasi ini lalu dimanfaatkan oleh bengkel-bengkel dadakan yang menjamur di sekitar area.

Diberitakan oleh Detik.com, hari Jumat, 23 November 2012 ada sekitar lebih dari 5 orang pekerja bengkel dadakan yang sedang membetulkan beberapa motor yang mogok di pinggir jalan. Biaya servis yang dikenakan kepada mereka rata-rata mencapai Rp. 20.000.

“Udah ada sekitar 20 motor yang saya tangani dari subuh tadi. Biaya pun kisaran 15-20 ribu rupiah,” ujar salah seorang montir kepada sumber yang sama.

Montir itu mengatakan bahwa dirinya berasal dari sebuah bengkel motor di dekat sekolah Yayasan Budi Murni yang juga terpaksa diliburkan karena banjir.

Okezone

Selain bengkel dadakan, ada angkot dadakan berupa gerobak yang bisa digunakan untuk membantu para pengendara motor atau pejalan kaki yang tidak ingin berbasah-basahan dan mogok melewati area tersebut. Biaya yang ditetapkan untuk 1 motor dan 1 orang adalah Rp. 15.000 sekali dorong.

Walaupun bagi sebagian orang, banjir merupakan sebuah berkah tersendiri namun banjir juga mengakibatkan kemacetan parah di sejumlah wilayah di Jakarta. Tercatat tadi pagi, jalan di area Puri Kembangan macet parah karena banjir menggenangi jalan yang menuju arah Kedoya, Jakarta Barat. (RN)

Banjir Sebabkan Kemacetan Parah di Jl Puri Kembangan

Merdeka

Jakarta (CiriCara.com) – Sudah menjadi tradisi tahunan saat musim hujan tiba, maka dipastikan sebagian besar daerah di DKI Jakarta akan terendam banjir.

Jumat, 23 November 2012, banjir menggenangi area di Jl Puri Kembangan, Jakarta Barat. Tinggi air di wilayah itu mencapai 80 centimeter atau setinggi paha orang dewasa.

Karena genangan air setinggi ini, lalu lintas tersendat sementara sekolah di sekitar lokasi banjir juga diliburkan karena siswa-siswa tidak bisa melewati genangan air itu.

Dilansir dari Detik.com, banjir terjadi mulai dari jalan yang menuju arah Kedoya, Jakarta Barat. Motor-motor yang melintas di sana sebagian besar mogok sementara mobil-mobil rendah harus berjalan sangat pelan.

Kendaraan bermotor yang datang dari arah Kedoya memilih untuk putar balik arah dan melewati Srengseng-Taman Kota sehingga menimbulkan kepadatan di kawasan itu.

Sementara itu, Sekolah Yayasan Budi Murni yang berada di dekat Jl Puri Kembangan diliburkan. Tak ada akses jalan menuju sekolah tersebut. Akses jalan lain yang tertutup adalah jalan yang menuju ke arah kantor Walikota dan Ring Road Cengkareng.  Banjir juga sempat merendam pemukiman di sekitar Jalan Adi Karya.

Selain area di sekitar Puri Kembangan, air juga menggenani berbagai wilayah di DKI Jakarta. Hal ini juga menyebabkan kemacetan di berbagai area Ibukota. (RN)

Daftar Wilayah DKI Jakarta yang Terendam Banjir

Jakarta (CiriCara.com) – Intensitas hujan yang meningkat menyebabkan debit air di sejumlah sungai Ibukota meluap. Meluapnya Sungai Ciliwung dan Sungai Pesanggrahan membuat beberapa kawasan di DKI Jakarta terendam air.

Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) seperti dikutip Detik.com, ada 15 kelurahan yang telah terendam banjir. Kawasan yang dilalui banjir antara lain:

1. Jakarta Timur

  • Kampung Melayu
  • Bidara Cina
  • Cililitan
  • Cawang

Di wilayah Jakarta Timur, ketinggian air pernah mencapai 30-250 cm namun saat ini sudah turun sekitar 10-50 cm.

2. Jakarta Selatan

  • Bukit Duri
  • Kebon Baru
  • Pejaten Timur
  • Ulu Jami
  • Bintaro
  • Pondok Pinang
  • Cipulir
  • Grogol Selatan
  • Pondok Labu

Di daerah Jakarta Selatan, ketinggian air mencapai 10-200 cm yang menyebabkan sekitar 850 warga diungsikan dari area di atas.

3. Jakarta Barat

  • Kedoya Selatan
  • Sukabumi Selatan

Sedangkan wilayah Jakarta Barat, ketinggian air mencapai 10-80 cm sehingga sekitar 50 orang diungsikan di Kedoya Selatan.

Sutopo Purwo Nugroho, selaku Ketua BNBP menegaskan bahwa sampai malam kemarin, ada sekitar 31 RW, 87 RT dengan 2.755 KK terendam banjir. Akibat banjir itu, sebanyak 139 jiwa telah mengunsi untuk mencari tempat yang aman.

Luapan banjir di Sungai Ciliwung dan Pesanggrahan terjadi karena besarnya aliran permukaan yang tidak tertampung di kedua sungai tersebut akibat sedimentasi serta penyempitan alur sungai.

“Luas DAS Pesanggrahan 177 km2. Hampir 70% kawasan terbangun dari luas DAS-nya. Pemukiman padat sekitar 45% dari luas DAS tersebar di bagian hilir, mulai dari Kebayoran Lama, Kedoya, dan Kebon Jeruk Jakarta Barat. Kawasan hijau hanya 7% dan tidak merata. Minimnya kawasan resapan maka hujan yang turun hampir 70% menjadi limpasan permukaan. Kapasitas debit sungai saat ini hanya mampu menampung 40% dari debit banjir yang ada,” jelas Sutopo.

Banjir Jakarta memang tak pandang bulu, akibat banjir ini, rumah petinggi dan selebritis juga ikut terendam banjir. Salah satunya adalah rumah Kak Seto yang tinggal di Perumahan Cirendeu Permai. (RN)