3 Partai Besar “Lamar” Jokowi Jadi Capres 2014

Jakarta (CiriCara.com) – Sosok Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo atau Jokowi memang mampu menarik perhatian sebagian besar partai politik.

Jokowi ditawari jadi Capres 2014 / Kompas

Jokowi ditawari jadi Capres 2014 / Kompas

Jokowi sangat disegani oleh sebagian besar warga Indonesia karena ia dianggap telah mampu membawa perubahan baru dalam sistem kepemimpinan di Indonesia.

Bahkan dilansir dari Merdeka.com, ada tiga partai besar yang sudah mendekati orang nomor satu di Jakarta itu untuk menjadi Calon Presiden (Capres) 2014.

Hal ini diungkapkan oleh Majalah The Economist edisi 8 hingga 14 Juni 2013.

“Ia telah mengaku kepada teman-temannya, bahwa ada tiga partai politik mendekatinya dan meminta agar mau menjadi calon presiden, dua partai lain meminta untuk jadi calon wakil presiden,” tulis majalah tersebut dalam salah satu kolomnya.

Ditulis dalam majalah tersebut, nama Jokowi memang menonjol. Bahkan kemungkinan besar, kepopuleran Jokowi hanya bisa disaingi oleh Prabowo Subianto. Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra tersebut mempunyai tingkat elektabilitas tinggi karena berpeluang besar mengendalikan partainya sendiri.

Selain nama Jokowi dan Prabowo, Menteri Perdagangan, Gita Wirjawan juga meraih kepopuleran sebagai kandidat Capres 2014 terkuat.

Meski menyebut sudah ada tiga partai yang melamar Jokowi namun majalah tidak menulis secara rinci partai mana saja. Namun jika dilihat ke belakang, ada partai-partai besar seperti Partai Demokrat dan PPP yang mengaku secara terang-terangan ingin mengusung Jokowi menjadi Capres 2014.

Pasalnya baik Partai Demokrat maupun PPP sedang menggelar konvensi Capres. Kemungkinan besar, Jokowi diundang dalam konvensi tersebut.

Perwakilan Partai Demokrat sendiri mengatakan bahwa syarat ikut konvensi Partai Demokrat sangat mudah karena kriteria para calon diambil dari tingkat pemahamah para calon tentang visi dan misi Partai Demokrat.

Sementara itu para calon juga harus memiliki elektabilitas dan integritas yang tinggi jika ingin mendaftar kan diri sebagai calon presiden dalam konvensi capres Demokrat.

“Selain survei, tentunya kita juga harus mengenal dengan pasti apa visi misi Partai Demokrat. Dari survei, elektabilitas dan popularitas. Ada juga integritas dan loyalitas,” kata Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Nurhayati Ali Assegaf, Kamis dua pekan lalu, 30 Mei 2013.

Sedangkan alasan PPP menggelar konvensi Capres adalah karena PPP menginginkan Capres baru. Selain Jokowi, PPP mengundang Mahfud MD dan juga Jusuf Kalla.

Partai lain, Partai Gerindra juga dikabarkan sudah membujuk Jokowi agar mau disandingkan dengan Prabowo Subianto namun Jokowi menolak.

Meski sudah mendapat bujuk rayu untuk menjadi Capres 2014 namun sampai saat ini mantan Wali Kota Surakarta tersebut belum menunjukkan minatnya untuk menjadi orang nomor satu di Indonesia. (RN)

Jokowi Mengaku Malu Dibuatkan Film “Jokowi”

Jakarta (CiriCara.com) – Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo atau Jokowi memang sosok fenomenal dalam dua tahun terakhir ini.

Jokowi malu dibuatkan film - Ist.

Jokowi malu dibuatkan film – Ist.

Setelah menjabat sebagai orang nomor satu di Jakarta, Jokowi banyak sekali membuat gebrakan sehingga ia semakin dikenal secara nasional maupun internasional.

Kepopuleran Jokowi menarik perhatian produser film kontroversial, KK Dheeraj yang akhirnya membuat film tentang dirinya. Film dengan judul ‘Jokowi’ tersebut rencananya akan segera hadir di berbagai bioskop di Indonesia bulan ini.

Bagaimana tanggapan Jokowi melihat sosok dirinya dalam film? Apakah ia akan terkesima sama seperti B.J. Habibie ketika beliau menonton film ‘Habibie dan Ainun‘?

Ternyata sang Gubernur DKI Jakarta ini mengaku malu mendapati dirinya dibuatkan film.

“Malu malu malu, ini serius saya malu betul,” kata Jokowi kepada Detik.com, Selasa 11 Juni 2013.

Ia juga merasa heran dengan profil dirinya yang dibuat film. Meski demikian, Jokowi akan tetap mengapresiasi film buatan anak negeri itu.

Walaupun mengapresiasi namun ia mengisyaratkan untuk tidak hadir dalam premiere film berjudul ‘Jokowi’ nanti.

“Ya malu saya tho, mau hadir gimana, wong saya malu. Serius ini serius saya,” pungkasnya.

Film tentang kehidupan Jokowi yang dibintangi Prisia Nasution dan Teuku Rifnu Wikana itu akan ditayangkan serentak di seluruh Indonesia pada tanggal 20 Juni 2013 nanti. Hari itu juga merupakan hari ulang tahun Jokowi yang ke-52. (RN)

Didesak Jadi Presiden, Jokowi: Ngurus KJS Saja Sudah Pusing

Ist.

Ist.

Jakarta (CiriCara.com)Joko Widodo, Gubernur DKI Jakarta, sempat berkali-kali mendapat tawaran untuk menjadi Calon Presiden dari berbagai partai.

Namun berkali-kali juga tawaran itu seakan tak diacuhkan oleh Jokowi. Meskipun hasil survei dan polling yang digelar oleh berbagai lembaga menunjukkan bahwa Jokowi terpilih menjadi Capres alternatif terkuat, namun Jokowi tidak bergeming.

Dua partai besar yang dianggap ada di belakang Jokowi, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Gerindra sedang mempertimbangkan Jokowi untuk maju dalam bursa pemilihan presiden 2014 bersama dengan Mahfud MD, Hatta Rajasa, dan Sri Mulyani.

Setiap kali dijumpai oleh wartawan, Jokowi selalu memberi jawaban yang sama.

“Sampai detik ini saya tidak mikir, ” kata dia, Rabu, 29 Mei 2013 kepada sumber berita, Tempo.co.

Jawaban Jokowi itu bahkan diulang hingga tujuh kali dalam setiap kesempatan untuk wawancara dengan para wartawan yang menanyakan  tindak lanjut atas keinginan banyak pihak yang mendesaknya menjadi Presiden 2014.

Sementara itu, Jokowi belum mau berkomentar soal kemungkinan ia akan dicalonkan oleh PDIP yang mengusungnya dalam setiap Pilkada. Ia menyerahkan semuanya kepada Megawati, Ketua Umum PDIP.

Jokowi juga membandingkan rencana pencalonan dirinya dengan tugasnya yang mengurusi KJS akhir-akhir ini.

“Ngurusin KJS sama rusun saja saya sudah loncat-loncat begini,” komentar Jokowi.

Selain itu, orang nomor satu di Jakarta itu juga mengaku pusing saat memikirkan kemungkinan interpelasi dan pemakzulan dirinya oleh anggota DPRD.

Oleh karena itu, saat dirinya dikabarkan akan dicalonkan untuk mendampingi Prabowo ataupun Gita Wirjawan dalam Pilpres 2014, Jokowi memilih tidak mau berbicara lebih jauh.

Beragam aksi masyarakat Indonesia bermunculan untu mendesak Jokowi menjadi Capres 2014. Salah satu tindakan dinyatakan lewat grup-grup yang bermunculan di media sosial seperti Facebook.

Ada beberapa grup yang mengumpulkan opini massa untuk mendukung Jokowi menjadi Presiden di jejaring sosial itu antara lain, ‘Gerakan Memaksa Jokowi untuk Siap Jadi Capres 2014‘ dan ‘Jokowi Presidenku 2014′. (RN)

Daftar Nama 32 Anggota DPRD DKI yang Interpelasi Jokowi

DPRD DKIJakarta (CiriCara.com) – Sebanyak 32 anggota DPRD DKI Jakarta sepakat untuk mengajukan hak interpelasi kepada Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) terkait kebijakan Kartu Jakarta Sehat (KJS). Siapa saja mereka?

Salah satu anggota DPRD DKI, Taufiqurrahman mengatakan bahwa pihaknya meminta interpelasi bukan karena ingin melengserkan Jokowi dari jabatan Gubernur. Interpelasi itu dikeluarkan karena KJS dianggap terlalu memberatkan masyarakat.

“Saya dukung Pak Jokowi dan Pak Ahok. Tapi saya ingin program tidak memberatkan rakyat,” kata politisi dari Partai Demokrat itu, seperti dikutip dari Tempo.co, Senin (27/5/2013).

Berikut daftar nama 32 anggota DPRD DKI Jakarta yang ikut interpelasi Jokowi terkait KJS, seperti dikutip dari Tempo.co:

Fraksi Partai Demokrat

1. Aliman Aat
2. Taufiqurrahman
3. Habib Alaydrus
4. Sandy
5. Neneng Hasanah
6. Siti Sofiah
7. Abdul Mutholib
8. Mujiyono
9. Agung Haryono
10. Nawawi
11. Lucky
12. Berlin
13. TS Yance
14. Hendry Ali
15. Marie Amadea
16. Mirna Na’Amin
17. Santoso
18. Hardi
19. DR Marthin
20. Maria Hernie

Fraksi PKB-PAN

21. Hidayat Ar Yasin
22. Moh Asyari

Fraksi PPP

23. Belly Bilalusalam
24. Matnoor Tindoor
25. Ichwan Zayadi
26. Abdul Aziz

Fraksi Partai Glokar

27. Ruddin Akbar Lubis

Fraksi Partai Hanura-PDS

28. Fahmi Zulfikar
29. Guntur
30. Farel Silalahi
31. Dr. Suprawito
32. Rukun Santoso

Namun, menurut anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta, Ashraf Ali, saat ini sudah ada delapan orang yang mengundurkan diri. Pasalnya, masyarakat Jakarta mengeluarkan penolakan keras terhadap rencana interpelasi itu.

“Dari 32 orang yang mengajukan interpelasi delapan orang mundur. Tetapi nama-namanya saya belum tahu,” ujar politisi dari fraksi Partai Golkar itu. (YG)

Lengserkan Jokowi, Foto Anggota Dewan Akan Disebar

Jakarta (CiriCara.com) – Wacana tentang pelengseran Jokowi, Gubernur DKI Jakarta terus bergulir. Wacana ini mendapat tanggapan dari masyarakat.

Dilansir dari Liputan6.com, penyebaran foto para anggota Dewan yang menggunakan hak interpelasi terhadap Jokowi dibenarkan oleh Forum Komunikasi Jakarta Baru dan Halo Jakarta. Kedua forum tersebut mengancam akan menyebar foto 32 anggota dewan yang akan melengserkan Jokowi.

“Apabila sampai 3 hari ke depan tidak ada perubahan, maka kami akan beraksi,” kata relawan dari Halo Jakarta, Panji Virgianto di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Minggu 26 Mei 2013 kepada sumber berita.

Fox News

Fox News

Nantinya, foto-foto anggota DPRD DKI Jakarta yang mengajukan hak interpelasi itu akan dicetak dalam leaflet dan dibagikan kepada masyarakat. Dengan cara tersebut maka diharapkan 32 anggota dewan itu akan mengurungkan niatnya untuk mengajukan hak interpelasi kepada Jokowi baik secara individu maupun partainya.

Pekan lalu, Jokowi terancam diinterpelasi atau dilengserkan karena program KJS yang dibuat oleh Jokowi untuk mempermudah akses kesehatan bagi warga Jakarta dinilai telah gagal.

Ada sekitar 16 rumah sakit swasta di Jakarta yang menyatakan mundur dari program tersebut. Namun dari keenambelas rumah sakit, ada 14 rumah sakit yang akhirnya menyatakan ikut kembali dengan program Jokowi tersebut.

Panji, sang relawan itu juga mengatakan bahwa warga Jakarta sangat memerlukan program untuk kesehatan itu. Namun jika ada sejumlah kesalahan dalam penangannya, hal tersebut masih dianggap wajar.

Pekan lalu ada sekitar 16 rumah sakit swasta yang mengundurkan diridari program KJS. Mereka adalah RS MH Thamrin, RS Admira, RS Bunda Suci, RS Mulya Sari, RS Satya Negara, RS Paru Firdaus, RS Islam Sukapura, RS Husada, RS Sumber Waras, RS Suka Mulya, RS Port Medical, RS Puri Mandiri Kedoya, RS Tria Dipa, RS JMC, RS Mediros, dan RS Restu Mulya.

Namun selang sehari kemudian 14 dari keenambelas rumah sakit itu berbalik  mendukung program Jokowi. Sedangkan menanggapi isu pelengseran, Jokowi mengaku santai. Baginya, anggota Dewan tersebut mempunyai banyak hak dalam tugasnya termasuk hak interpelasi terhadap dirinya. (RN)

Warga Memilih Lengserkan DPRD DKI Jakarta Daripada Jokowi

Jakarta (CiriCara.com) – Wacana interpelasi atau penggulingan kekuasaan yang ditujukan untuk Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo atau Jokowi yang dilakukan oleh anggota DPRD DKI Jakarta mendapat tanggapan sinis dari masyarakat.

Ist.

Ist.

Alasan para anggota DPRD DKI Jakarta dianggap terlalu mengada-ada karena tidak memiliki pijakan dasar dan permasalahan mundurnya 16 rumah sakit dari program Kartu Jakarta Sehat (KJS) juga sudah selesai.

Dilansir dari Okezone.com, menurut Ari Junaedi, pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI), hak interpelasi yang akan diajukan oleh sebagian anggota DPRD merupakan hak konstitusional anggota dewan. Namun sebaiknya, penggunaan hak tersebut juga memperhatikan berbagai kepentingan dimensi.

“Ingat, Jokowi adalah pendobrak sistem kaku yang selama ini dipraktikkan pejabat-pejabat sebelumnya yang lekat dengan KKN. Lagipula, 14 rumah sakit yang semula ikut mundur dari program KJS ternyata sudah menyatakan berpartisipasi lagi. Jadi di mana logikanya diajukan hak interpelasi ?,” kata Ari.

Jokowi yang belum menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta selama setahun dinilai banyak membawa harapan yang besar dari warga Jakarta. Beberapa masalah termasuk kisruh KJS, pembebasan lahan Waduk Pluit, dan pembangunan MRT belum bisa digunakan untuk menilai keberhasilan dari pasangan Jokowi dan Ahok.

Pengamat politik tersebut yakin jika wacana pelengseran Jokowi terus diserukan maka kemungkinan besar, warga akan lebih memilih untuk mencopot anggota Dewan daripada Jokowi.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, pekan kemarin layanan kesehatan pengguna KJS dalam sempat terganggu karena kabar mundurnya 16 rumah sakit swasta dari program KJS. Rumah sakit yang mengundurkan diri itu antara lain RS MH Thamrin, RS Admira, RS Bunda Suci, RS Mulya Sari, RS Satya Negara, RS Paru Firdaus, RS Islam Sukapura, RS Husada, RS Sumber Waras, RS Suka Mulya, RS Port Medical, RS Puri Mandiri Kedoya, RS Tria Dipa, RS JMC, RS Mediros, dan RS Restu Mulya.

Setelah sempat ingin mundur dari program KJS, kini rumah sakit tersebut menyatakan ingin kembali bergabung dengan program Jokowi. (RN)

Jokowi Santai Hadapi Ancaman DPRD DKI Jakarta

Ist.

Ist.

Jakarta (CiriCara.com) –  Rencana interpelasi yang akan dilakukan oleh anggota DPRD DKI Jakarta untuk Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo atau Jokowi ditanggapi santai oleh Jokowi sendiri.

Dilansir dari Kompas.com, menurut Jokowi langkah yang diambil oleh anggota DPRD DKI tersebut adalah bagian dari kurangnya komunikasi di antara kedua belah pihak.

“Santai saja, biasa saja. Kalau pengin ada yang dijelasin, ya kita jelaskan,” kata Jokowi di Balai Kota, Jumat, 24 Mei 2013.

Menurut Jokowi, tindakan anggota dewan itu adalah sebuah hal yang wajar karena DPRD pada dasarnya memiliki banyak hak seberti hak budget, dan hak interpelasi menanggapi kebijakan.

“DPR mau impeachment ya silakan, saya siap saja kok. Karena DPRD ada hak budgeting, hak interpelasi dan banyak lagi,” katanya lagi.

DPRD DKI Jakarta mengadakan interpelasi untuk menurunkan Gubernur DKI Jakarta, Jokowi karena dinilai kurang bisa menuntaskan masalah 16 rumah sakit terkait dengan sistem pembayaran Kartu Jakarta Sehat (KJS). Sedangkan menurut anggota Komisi E DPRD DKI dari Partai Golkar, Asraf Ali, ada 30 anggota DPRD yang sudah menandatangani hak interpelasi pelengseran Jokowi.

Dalam pekan ini, layanan kesehatan pengguna KJS dalam sempat terganggu karena kabar mundurnya 16 rumah sakit swasta dari program KJS. Rumah sakit yang mengundurkan diri tersebut antara lain RS MH Thamrin, RS Admira, RS Bunda Suci, RS Mulya Sari, RS Satya Negara, RS Paru Firdaus, RS Islam Sukapura, RS Husada, RS Sumber Waras, RS Suka Mulya, RS Port Medical, RS Puri Mandiri Kedoya, RS Tria Dipa, RS JMC, RS Mediros, dan RS Restu Mulya. (RN)

DPRD DKI Jakarta Ancam Lengserkan Jokowi

Jakarta (CiriCara.com) –  Terkait pro dan kontra Kartu Jakarta Sehat (KJS), anggota DPRD DKI Jakarta dikabarkan sedang menggalang interpelasi terhadap Jokowi, Gubernur DKI Jakarta.

Tempo

Tempo

Diberitakan oleh Merdeka.com, hingga kini sudah ada sekitar 30 anggota DPRD yang mengumpulkan tanda tangan dan menggunakan hak interpelasi yang berhubungan dengan penggunaan hak interplasi terkait kasus pengunduran diri 16 rumah sakit dari pelayanan KJS.

“Sebenarnya DPRD ini sudah menggulirkan hak interpelasi, sudah lebih dari 30 anggota tanda tangan. Kalau ini terus bergulir, ini bisa menjadi peristiwa politik pertama di DKI. Jokowi terancam di-impeachment,” ujar anggota Komisi E DPRD dari Partai Golkar, Asraf Ali dalam rapat dengar pendapat Komisi E DPRD dengan Dinas Kesehatan dan 16 Rumah sakit di Gedung DPRD Jakarta, Kamis 23 Mei 2013 seperti dikutip oleh sumber berita.

Pemda DKI bereaksi terhadap pandangan dari DPRD DKI Jakarta itu. Dien Emawati selaku Kepala Dinas Kesehatan mengatakan bahwa dalam waktu tiga minggu ini pihaknya akan menyelesaikan perbaikan tarif. Tarif diduga membuat resah 16 rumah sakit yang berencana mengundurkan diri dari KJS.

“Tapi balik lagi tarif, tarifnya terlalu kecil. Mudah-mudahan dalam tiga minggu kita punya rumusan itu,” kata Dien, masih kepada sumber yang sama.

Dalam pekan ini, layanan kesehatan pengguna KJS dalam sempat terganggu karena kabar mundurnya 16 rumah sakit swasta dari program KJS. Rumah sakit yang mengundurkan diri itu antara lain RS MH Thamrin, RS Admira, RS Bunda Suci, RS Mulya Sari, RS Satya Negara, RS Paru Firdaus, RS Islam Sukapura, RS Husada, RS Sumber Waras, RS Suka Mulya, RS Port Medical, RS Puri Mandiri Kedoya, RS Tria Dipa, RS JMC, RS Mediros, dan RS Restu Mulya.

Namun belakangan, keenambelas rumah sakit yang mengundurkan diri tersebut telah mendukung kembali program Jokowi untuk masyarakat Jakarta tersebut. (RN)

Ternyata Ahok Ingin Jadi Presiden 2014

Jakarta (CiriCara.com) – Banyak hasil polling dan jajak pendapat yang menyatakan bahwa sosok Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo atau Jokowi terpilih menjadi Calon Presiden (Capres) alternatif potensial untuk tahun 2014.

Kompas

Kompas

Lantas bagaimana tanggapan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok terhadap fakta tersebut? Ternyata ketika ditanya soal Presiden favoritnya, Ahok malah berkelakar. Ia bahkan mengatakan bahwa ia ingin menjadi Presiden.

“Aku mau jadi presiden, bukan gubernur. Lu tulis tuh, aku mau jadi presiden, bukan gubernur. Kamu tulis itu,” ucap Ahok sembari tertawa di Balai Kota Jakarta, Rabu 22 Mei 2013 seperti dikutip oleh sumber berita, Merdeka.com.

Wagub yang terkenal tegas dan galak itu justru balik bertanya apakah atasannya mau mencalonkan diri menjadi Presiden Republik Indonesia pada tahun 2014 nanti karena menurutnya Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati, masih berambisi menjadi Capres 2014.

“Emangnya pak Jokowi nyalon? Kan Bu Megawati,” selorohnya.

Tetapi ketika ditanya tentang Capres ideal, Ahok tidak mau berkomentar banyak.

Wallahu a’lam” begitu jawabnya ketika ditanya antara kemenangan Jokowi dan Prabowo.

Meskipun telah didesak oleh banyak orang dan banyak pihak, Jokowi tampaknya belum tertarik menjadi Capres untuk tahun 2014. Hal senada pernah diungkapkannya beberapa waktu lalu kepada  media.

Jokowi pernah terpilih menjadi Capres alternatif terkuat untuk Pemilu 2014 oleh lembaga survei Poll Track Institute. Lembaga lainnya, LSN (Lembaga Survei Nasional) juga pernah menyatakan bahwa Jokowi menjadi salah satu sosok yang paling populer untuk menjadi Capres 2014. (RN)

Jokowi Bisa Jadi Presiden Jika Penuhi Syarat Ini

Jakarta (CiriCara.com) – Ada sebagian masyarakat Indonesia yang sangat menginginkan sosok Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo atau Jokowi agar menjadi Presiden Indonesia untuk tahun 2014 mendatang. Dan keinginan mereka itu di-’kampanye’kan dalam akun jejaring sosial, Facebook.

Tempo

Tempo

Lewat Facebook, beberapa grup pendukung Jokowi agar menjadi Presiden 2014 bermunculan. Bahkan grup-grup tersebut sudah disukai lebih dari ratusan ribu pengguna Facebook lainnya.

Grup besar yang secara blak-blakan meminta Jokowi untuk menjadi Presiden 2014 antara lain ‘Gerakan Memaksa Jokowi untuk Siap Jadi Capres 2014‘ dan ‘Jokowi Presidenku 2014‘.

Meski Jokowi menjadi kandidat terkuat sebagai Calon Presiden 2014 lewat beberapa polling namun tentu saja pada kenyataannya, Jokowi belum bisa menjadi Capres 2014 nanti.

Menurut Gun Gun, Pengamat Politik UIN Syarif Hidayatullah pada hari Minggu, 19 Mei 2013 kemarin, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh Jokowi jika ia ingin mulus menjadi Capres 2014 nanti.

“Kuncinya kesuksesan dia mengubah wajah birokrasi DKI, kalau sukses dia tentu akan menjadi pilihan banyak orang,” ujar Pengamat Politik UIN Syarif Hidayatullah tersebut kepada sumber berita, Tribunnews.com, Minggu 19 Mei 2013.

Selain itu, Jokowi harus bisa membenahi level makro pemerintahan Jakarta seperti mengubah wajah birokrasi menjadi lebih merakyat serta melibatkan warga dalam pemerintahan tersebut.

Pengamat politik terebut juga menyarankan Jokowi agar membentuk transparansi dan penempatan birokrat yang tepat sesuai dengan pola pemerintahan yang melayani.

Jokowi memang sosok yang sangat populer sejak ia dicalonkan menjadi Calon Gubernur DKI Jakarta, tahun lalu. Dengan gaya kepemimpinannya yang merakyat dan sudah terbukti di kota Surakarta, nama serta kepopuleran Jokowi menanjak. Ia bahkan menjadi terkenal bak selebriti. Figur Jokowi yang mengesankan mampu menarik simpati warga Indonesia yang haus akan Presiden yang bijaksana dan merakyat. (RN)

Ruhut Sitompul Pesimis Jokowi Bisa Jadi Presiden 2014

Jakarta (CiriCara.com) – Maraknya dukungan terhadap Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo atau Jokowi, untuk menjadi Calon Presiden (Capres) 2014 membuat sebagian besar politisi ikut berkomentar.

Salah satu politisi yang turut berkomentar terhadap fenomena tersebut adalah Ruhut Sitompul, politisi Partai Demokrat. Ia mengaku heran dan kecewa karena masih banyak lembaga survei yang menempatkan Jokowi sebagai Capres potensial untuk tahun 2014-2019.

Ist.

Ist.

Seperti diberitakan oleh Kompas.com, Ruhut Sitompul melihat bahwa kinerja Jokowi sebagai Gubernur DKI Jakarta masih berantakan. Berbagai permasalahan mendesak Ibukota seperti banjir dan kemacetan belum ada satupun yang benar-benar dituntaskan.

“Masih ada yang jagoin? Hancur begitu. Itu, survei dulu, sekarang lihat jalan makin macet, banjir dimana-mana, sudah enggak pantas dia jadi Presiden. Gimana, jadi Wali Kota Solo saja gagal, tukang mebel mau jadi capres,” kata Ruhut kepada sumber berita lainnya, Tribunnews.com, Minggu 19 Mei 2013.

Ia juga menyarankan kepada masyarakat Indonesia untuk tidak tertipu dengan pencitraan yang berada di seputar Jokowi. Ia juga mengatakan bahwa hingga kini, tidak ada satupun partai politik yang menjagokan Jokowi menjadi Presiden untuk tahun 2014 meskipun dari PDI Perjuangan, partai asal Jokowi.

Ruhut mengatakan bahwa dengan absennya dukungan dari partai politik itu, maka mustahil jika Jokowi bisa maju menjadi Capres 2014 karena undang-undang tidak memperbolehkan kandidat presiden maju dari kalangan independen.

“PDIP saja enggak calonin dia, siapa yang mau dukung, mau maju jadi calon independen? Ya enggak bisa, itu ada undang-undang, ini kan negara hukum, kalau gubernur, wali kota, bupati bisa,” komentarnya lagi.

Di sisi lain, walaupun Jokowi mendapat cibiran dari Ruhut seperti itu, namun sebagian masyarakat Indonesia justru semakin mendesak Jokowi sebagai Capres 2014. Desakan ini dinyatakan lewat grup-grup yang bermunculan di media sosial seperti Facebook.

Lewat Facebook, ada beberapa grup yang mengumpulkan opini massa untuk mendukung Jokowi menjadi Presiden antara lain, ‘Gerakan Memaksa Jokowi untuk Siap Jadi Capres 2014‘ dan ‘Jokowi Presidenku 2014′. (RN)

Lagi, Komunitas Facebook Mendesak Jokowi Jadi Capres 2014

Jakarta  (CiriCara.com) – Beberapa waktu lalu, di jejaring sosial Facebook, muncul sebuah grup dengan nama “Gerakan Memaksa Jokowi untuk Siap Jadi Capres 2014“. Grup itu muncul karena kerinduan dari sebagian masyarakat Indonesia yang menginginkan sosok pemimpin masa depan seperti Jokowi.

Seperti diberitakan oleh Merdeka.com, keinginan para pengguna Facebook yang serupa tertuang dalam grup ‘Jokowi Presidenku 2014′.

Ist.

Ist.

“Kalau Jokowi tidak mau, tekniknya dipaksa, akan mau. Bung Karno pernah dipaksa pemuda. Asumsi dasar, dia sayang rakyat. Tidak mungkin dia menolak,” ujar Yanes Yosua Frans, admin komunitas Facebook ‘Jokowi Presidenku 2014‘ kepada sumber yang sama, Minggu, 19 Mei 2013.

Menurut Yanes, pengusungan Jokowi sebagai Capres untuk 2014 ditujukan untuk mengakhiri krisis kepemimpinan di Indonesia. Ia juga mengatakan bahwa tidak ada pemimpin seperti Jokowi saat ini. Sedangkah rakyat Indonesia sudah lama menginginkan figur seperti pria asal Solo tersebut.

Meski grup tersebut baru didirikan sebulan lalu  namun hingga kini grup itu sudah memiliki 100 ribu peminat yang berasal dari seputar area Jakarta dan Bandung. Hingga akhir Desember 2013 nanti, grup itu akan menargetkan 500 ribu peminat.

Yanes juga yakin bahwa pemndukung Jokowi banyak dan beragam dari Papua hingga Aceh. Ia percaya bahwa hasil survei yang mendukung Jokowi menjadi Presiden telah membuktikan banyaknya dukungan masyarakat Indonesia terhadap Gubernur DKI Jakarta tersebut untuk memimpin Indonesia.

Walau didesak oleh banyak pihak dan berbagai partai, tampaknya Jokowi belum tertarik untuk menjadi Presiden. Hal ini pernah diungkapkannya beberapa waktu lalu kepada media.

Sebelumnya, Jokowi pernah terpilih menjadi Capres alternatif terkuat untuk Pemilu 2014 oleh lembaga survei Pol Track Institute. Lembaga lainnya, LSN (Lembaga Survei Nasional) juga pernah menyatakan bahwa Jokowi menjadi salah satu sosok yang paling populer untuk menjadi Capres 2014. (RN)

Komnas HAM Tuding Jokowi Tak Konsisten

Jakarta (CiriCara.com) – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menuding Joko Widodo atau Jokowi tidak konsisten terhadap penanganan kisruh penggusuran warga di Waduk Pluit, Kamis, 15 Mei 2013 kemarin.

Dilansir dari Detik.com, tudingan itu disampaikan kepada orang nomor satu di Jakarta tersebut lantaran Jokowi tidak memenuhi panggilan Komnas HAM berkaitan dengan kisruh pengusuran warga Waduk Pluit kemarin.

Warta Ekonomi

Warta Ekonomi

“Kita menyesalkan karena Pak Jokowi tidak konsisten, janjinya tidak ditepati. Sudah dua jam menunggu, malah memilih jadi pembicara di Untar. Saya menjadi bingung apa yang dilakukan Pak Jokowi,” kata Komisioner Komnas HAM, Siane Indriani, Jumat, 17 Mei 2013 kepada sumber berita.

Pemanggilan tersebut dilakukan kepada Jokowi agar ia bisa berdialog langsung dengan warga Waduk Pluit. Langkah dialog tersebut diambil karena warga banyak yang tidak mengetahui keseriusan janji Jokowi untuk merelokasi mereka ke rumah susun sewa.

Selain itu, Siane juga mengungkapkan adanya penemuan atas perilaku sejumlah oknum tak bertanggung jawab yang mengintimidasi warga. Bentuk intimidasi tersebut bermacam-macam, mulai dari tawaran uang hingga Rp. 10 juta hingga keberadaan para oknum di sekitar lingkungan warga.

Karena ketidakhadiran Jokowi untuk memenuhi panggilan tersebut, Siane akan mengusulkan pada Jokowi agar penggusuran ditunda hingga kesepakatan antar kedua belah pihak tercapai. Dalam usulan tersebut juga akan disampaikan indikasi pelanggaran HAM menurut Komnas HAM.

Sedangkan Jokowi sendiri mengaku heran dengan tudingan pelanggaran HAM yang disampaikan kepadanya hanya karena upaya relokasi warga di sekitar Waduk Pluit.

“Ada yang bilang kita ini melanggar HAM. HAM yang mana? Wong kita pindahkan ke rusun kok, lengkap ada TV gratis, meja kursi gratis, tempat tidur gratis, kompor gratis, tinggal masuk. (Pelanggaran) HAM-nya yang mana? Masa melanggar HAM? HAM yang mana gitu lho,” kata Jokowi, kemarin, Kamis, 16 Mei 2013, masih kepada sumber berita yang sama.

Jokowi sendiri tidak datang untuk memenuhi panggilan HAM karena kemarin ia memilih untuk menjadi pembicara kuliah umum di kampus Universitas Tarumanegara (Untar). (RN)

Gitar Bass Metallica Milik Jokowi Disita KPK?

JokowiJakarta (CiriCara.com) – Gitar bass personel Metallica, Robert Trujillo, yang diberikan untuk Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) terancam disita Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pasalnya, gitar bass tersebut diduga merupakan bentuk gratifikasi (suap) terhadap pejabat pemerintah.

Menurut Jokowi, dirinya sudah melaporkan gitar bass tersebut ke pihak KPK untuk diperiksa. Jokowi mengaku tidak masalah jika nantinya gitar bass miliknya itu disita oleh pihak KPK. Pria asal Solo ini mengaku akan tetap mengikuti semua aturan yang berlaku.

“Ya sudah to, yang penting sudah pernah megang,” ujar Jokowi saat ditemui sejumlah wartawan di Balai Kota Jakarta, Senin (6/5/2013).

Meskipun demikian, Jokowi menegaskan bahwa gitar pemberian salah satu personel Metallica itu bukanlah merupakan gratifikasi. Menurutnya, gitar tersebut hanyalah merupakan hadiah biasa yang diberikan personel Metallica sebagai kenang-kenangan untuk dirinya.

“Masak itu gratifikasi. Menurut saya, ndak itu. Itu kan kenang-kenangan, misal negara lain berikan suvenir,” kata Jokowi yang mengaku merasa sangat senang bisa menerima gitar bass dari personel Metallica itu.

Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) juga membantah dugaan bahwa gitar tersebut merupakan gratifikasi terhadap Jokowi. Menurut Ahok, tindakan yang dilakukan KPK terlalu berlebihan.

“Kalau di bawah Rp 10 juta, bukan gratifikasi namanya,” ujar Ahok.

Saat ini, pihak KPK akan menyelidiki alasan pemberian gitar bass tersebut kepada Jokowi. Setelah 30 hari pemeriksaan, barulah pihak KPK bisa memutuskan apakah gitar tersebut boleh diterima Jokowi atau justru akan disita dan menjadi milik negara.

(YG)

Dapat Hadiah Bass dari Metallica, Jokowi Diminta Lapor KPK

Jakarta (CiriCara.com) – Sebagai seorang fans band metal asal Amerika, Metallica, Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo atau Jokowi bisa berbangga  hati karena ia mendapat kado istimewa dari bassis Metallica, Robert Trujillo.

Jokowi mendapat kado gitar bas dari bassis tersebut beserta CD original dan tanda tangan asli dari sang musisi. Namun, walau hanya sekedar hadiah, ternyata Jokowi diminta untuk segera melaporkan paket pemberian tersebut kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

SindoNews

SindoNews

“Menurut undang-undang, wajib dilaporkan sebelum 30 hari sejak diterimanya gratifikasi tersebut,” ujar Direktur Gratifikasi KPK, Giri Supradiyono, Minggu 6 Mei 2013 kepada sumber berita, Detik.com.

Menurut Giri, setelah dilaporkan ke KPK, 30 hari kemudian, pimpinan KPK baru bisa menetapkan apakah pemberian itu boleh diterima atau tidak oleh Jokowi. Hal ini terdengar aneh namun menurut undang-undang, setiap pejabat atau penyelanggara negara tidak boleh menerima hadiah apapun terkait dengan jabatannya.

“Jadi, KPK nanti akan menetapkan status boleh diterima gratifikasi tersebut oleh Pak Jokowi atau menjadi milik negara dalam jangka waktu 30 hari,” katanya lagi.

Bass yang diterima oleh Jokowi itu bermerek Ibanez dan berwarna merah marun, langsung berasal dari tangan Robert Trujillo. Pada hari Jumat, 3 Mei 2013 lalu, Jokowi juga memperlihatkan bass tersebut kepada publik di Gedung Balaikota DKI Jakarta.

“Nih gitarnya, bagus sekali, ada tanda tangan Trujillo,” komentar Jokowi pada waktu itu.

Gitar bass yang diterima oleh Jokowi itu didapat lewat seorang promotor bernama Jonathan Liu yang mengaku dekat dengan para personel band Metallica. Jonathan sendiri telah berencana untuk menggelar acara konser Metallica yang akan dikolaborasikan dengan musik dan tarian tradisional Bali, Kecak.

Konser Metallica yang kabarnya akan digelar pada bulan Oktober 2013 langsung disambut antusias oleh Jokowi. Orang nomor satu di Jakarta ini bahkan memberi tiga alternatif tempat di Jakarta seperti Monumen Nasional (Monas), Museum Fatahillah, dan Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Jokowi Akan Datangkan Metallica ke Jakarta

Jakarta (CiriCara.com) – Sosok Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo atau Jokowi memang dikenal sebagai pribadi yang mampu bergaul dengan semua golongan.

Bahkan sejak terpilih menjadi orang nomor satu di Ibukota, Jokowi tidak meninggalkan kepribadian lamanya sebagai penggemar musik metal. Jokowi pun secara terang-terangan mengaku mengidolakan band-band beraliran cadas seperti Lamb of God, Napalm Death, Nazareth, Black Sabbath, Iron Maiden, dan tentu saja Metallica.ciricara.com-jokowi undang metallica

Untuk Metallica, Jokowi ternyata mengatakan telah mengundang band asal Amerika Serikat itu untuk tampil di Jakarta. Band kawakan ini rencananya akan menghibur warga Jakarta dan juga akan berkolaborasi dengan tarian Kecak dari Bali.

Dilansir dari Merdeka.com, rencana ini diawali dari Jonathan Liu, promotor yang berkunjung ke Amerika Serikat. Ia bertemu dengan bassis Metallica, Robert Trujillo. Saat itu juga Jonathan meminta dan mengundang Metallica untuk tampil di Jakarta.

Setelah pulang kembali ke Jakarta, Jonathan menyampaikan rencana untuk mengundang Metallica kepada Jokowi.

“Kemudian Pak Jonathan pulang ke Indonesia dan menyampaikan ke saya. Saya setuju sekali. Dan langsung saya tawarkan untuk mainnya di Jakarta,” kata Jokowi, Rabu 1 Mei 2013.

Jokowi juga menawarkan tiga tempat untuk pergelaran konser tersebut yaitu di Monumen Nasional (Monas), Museum Fatahillah, dan Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Jokowi berharap agar Metallica bersedia untuk tampil di salah satu dari ketiga tempat di atas.

Dan yang paling mengejutkan, Jokowi mendapat hadiah gitar bass dari Robert Trujillo beserta tanda tangan dan CD (compact disk) original mereka. Jokowi mengaku senang dengan kiriman tersebut.

“Saya dikirimin gitar bassnya Trujillo, lengkap dengan tanda tangan dan ada CDnya (compact disk). Gitarnya bagus banget. Agak berat, warnanya cokelat. Saya senang sekali,” kata Jokowi lagi.  (RN)